Kompas.com - 13/08/2014, 04:24 WIB
Asep Priatna (44), pria yang menyetubuhi anak kandungnya hingga hamil. YS (anaknya) disetubuhi sejak masih duduk di bangku kelas 6 SD hingga berusia 18 tahun. KOMPAS.com/ RIO KUSWANDIAsep Priatna (44), pria yang menyetubuhi anak kandungnya hingga hamil. YS (anaknya) disetubuhi sejak masih duduk di bangku kelas 6 SD hingga berusia 18 tahun.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BANDUNG, KOMPAS.com - Asep Priatna (44) membantah sudah melakukan pencabulan apalagi sampai menghamili anak perempuannya berinisial YS (18). Ancaman penggergajian saat dia dibekuk pun disebut sebagai upayanya meminta sang anak mengakui telah melakukan perbuatan asusila.

"Ini bukan pencabulan, Pak. Enggak, saya yakin enggak melakukan itu," tepis Asep saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/8/2014). Buruh bangunan ini tetap membantah melakukan aksi bejat ke anaknya sendiri meski berulang kali ditanya.

Asep justru bertutur bahwa dia mendapati di beberapa bagian tubuh anaknya ditemukan jejak serupa bekas ciuman. Dia mengaku sedang meminta pengakuan anaknya tentang hal itu.

"Saya suruh (dia) duduk di belakang saya. Saya tanya, ini bekas apa? (Namun) dia tak jawab pertanyaan saya," ujar Asep, tentang awal peristiwa penangkapannya oleh warga di sekitar tempat kos YS.

Asep lalu mengatakan saat itu dia ingin tahu apakah ada jejak serupa di bagian lain tubuh YS. Alasan itulah yang membuat YS membuka baju di depannya.

Menurut Asep, dia menasihati YS untuk tak berhubungan dengan lelaki di luar nikah dan tak mempermalukan keluarga. Namun, kata Asep, YS terus membantah telah berbuat asusila dengan bukti jejak serupa bekas ciuman di badannya itu.

Bantahan dari YS, lanjut Asep, membuatnya kesal sehingga dia mengambil gergaji untuk mengancam YS. Apalagi saat itu YS terus berteriak saat dia memeriksa bagian tubuh yang dituduh menerakan bekas ciuman.

"Saya ancam pakai gergaji, tetap enggak ngaku juga. Saya bilang, kalau enggak ngaku juga, bapak gergaji nih," tutur Asep. Dia mengaku menempelkan gergaji itu ke leher YS untuk menguatkan ancamannya.

Meski dicecar wartawan, Asep bersikukuh membantah melakukan perbuatan asusila terhadap YS. Dia juga membantah menghamili anaknya setelah menggaulinya sejak YS masih kelas 6 SD. Pernikahan YS dengan lelaki yang sekarang sudah meninggal pun Asep tepis sebagai upayanya menutupi kehamilan YS akibat tindakan bejatnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.