2 Hari Tak Keluar Kamar Kos, Pensiunan Polisi Ini Ditemukan Membusuk

Kompas.com - 12/08/2014, 20:47 WIB
Syamsul Arifin, pensiunan Polisi ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya, Selasa (12/8/2014) setelah dua hari tidak keluar dari kamar kosnya. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANSyamsul Arifin, pensiunan Polisi ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya, Selasa (12/8/2014) setelah dua hari tidak keluar dari kamar kosnya.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Dua hari tidak keluar dari kamar kos di Jalan R Abdul Aziz, Kelurahan Jungcang, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Syamsul Arifin (52) ditemukan tewas, Selasa (12/8/2014).

Pria yang diketahui pensiunan anggota Polres Grobogan, Jawa Tengah ini, kondisinya sudah membiru. Abdul Aziz, tetangga kamar kos korban menceritakan, sebelum ditemukan tewas, seminggu yang lalu Arifin pernah bercerita mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya. Setelah mengalami kecelakaan, korban sempat mengeluh kesakitan di sekujur tubuhnya. Setelah dua hari tidak keluar kamar, korban sudah ditemukan tewas.

"Baunya sudah mulai membusuk saat kamar kosnya dibuka. Entah apa penyebab kematiannya," terang Aziz.

Setelah rekannya diketahui tewas, Aziz kemudian melapor ke polisi. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kepala Polsek Pamekasan, AKP Dwiyatmoko menjelaskan, dari beberapa keterangan yang dihimpun dari warga, korban memiliki riwayat sakit sebelum meninggal. Bahkan korban sempat diopname di rumah sakit paru-paru.

"Tim identifikasi masih melakukan pemeriksaan. Hasilnya masih menunggu tahapan selanjutnya," terang pria yang akrap dipanggil Moko ini.

Syamsul Arifin, kata Moko, diketahui sudah pensiun dini dari tugasnya di Poles Grobokan. Alasannya karena faktor kesehatan.

Setelah pensiun, pria ini kemudian pulang ke Pamekasan. Namun tidak kumpul dengan bapak dan ibunya yang tinggal di Jalan Agussalim, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan. Korban juga tidak memiliki istri.

"Selama opname di rumah sakit paru-paru, keterangan dokter penyakitnya gagal ginjal. Kini mayat korban sudah dibawa ke rumah sakit sambil menunggu anggota keluarganya untuk menjemputnya," tandas Moko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X