Kompas.com - 11/08/2014, 23:21 WIB
Balita 17 bulan yang diduga sebagai korban penculikan saat digendong Kapolres Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto. KOMPAS.com/ KARNIA SEPTIABalita 17 bulan yang diduga sebagai korban penculikan saat digendong Kapolres Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto.
|
EditorFarid Assifa

MATARAM, KOMPAS.com - Setelah sembilan bulan mengasuh balita milik pasangan Siswo Raharjo dan Ni Ketut Ayu Diani, Mardiyana (33) pengasuh asal Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga menculik anak majikannya. Ia ditangkap sesaat setelah sampai di Pelabuhan Lembar.
 
"Kami tangkap pelaku yang diduga melakukan penculikan sekitar pukul 16.00 Wita di Pelabuhan Lembar. Ia ditangkap usai menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok," jelas Kapolres Lombok Barat, AKBP Yulianus Yulianto, Senin (11/8/2014).
 
Penangkapan ini berawal saat kepolisian mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada balita perempuan dibawa oleh seorang wanita dan anak itu diduga adalah korban penculikan. Mereka berangkat dari Bali sekitar pukul 12.00 Wita menggunakan kapal.
 
Berdasarkan laporan tersebut, KP3 Lembar memeriksa penumpang kapal yang datang dari Bali sekitar pukul 16.00 Wita. Petugas berhasil menemukan seorang balita dan wanita sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan. Saat ini, kondisi balita dalam keadaan sehat dan berada di Mapolres Lombok Barat.

Yulianus mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polrestabes Denpasar untuk penanganan kasus tersebut. Sementara kedua orang tua korban sedang dalam perjalanan dari Bali untuk menjemput balita tersebut di Polres Lombok Barat.
 
"Dugaan sementara ini adalah penculikan. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Polrestabes Denpasar untuk mengusut kejadian ini," kata Yulianus.
 
Menurut Yulianus, pelaku diduga membawa balita saat berada di rumah majikannya di Perum Pondok Galeria Nomor 62 Denpasar Barat. Kimberli, balita berusia 17 bulan tersebut dibawa oleh pengasuhnya saat kedua orangtua balita sedang tidak berada di rumah.
 
Sementara itu, menurut pengakuan Mardiana, ia membawa anak majikannya karena ingin menjenguk anaknya yang tengah sakit di Lombok. Kerena tidak ada yang menjaga, Mardiana memutuskan untuk membawa balita tersebut ke Lombok.
 
Mardiyana berdalih sempat menghubungi nomor ponsel majikannya, namun tidak pernah aktif. Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini pelaku dan balita masih berada di Polres Lombok Barat.
 
"Jika terbukti melakukan penculikan, pelaku terancam dijerat dengan UU Perlindungan Anak Pasal 328 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," kata Yulianus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.