Status Kelud Jadi Normal, tetapi Wilayah Kawah Masih Berbahaya

Kompas.com - 09/08/2014, 11:46 WIB
Tim ekspedisi TNI melihat kondisi Gunung Kelud pascaerupsi, Sabtu (22/3/2014). 
 SURYA/DIDIK MASHUDITim ekspedisi TNI melihat kondisi Gunung Kelud pascaerupsi, Sabtu (22/3/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEDIRI, KOMPAS.com — Status kegunungapian Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali turun dari status Waspada (level II) kini menjadi status Normal (level I).

"Statusnya sudah turun menjadi Normal sejak 7 Agustus pukul 12.00 WIB," kata Hendrasto, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Sabtu (9/8/2014).

Meski statusnya sudah Normal, kawasan kawah masih berbahaya sehingga wisatawan pendaki gunung maupun warga masyarakat dilarang memasuki kawasan itu. "Selain itu juga agar menghindari turun ke sungai-sungai sekitar Gunung Kelud," imbuhnya.

Menyusul penurunan status itu, Pemda setempat saat ini masih membahas langkah-langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan pasca-penurunan status tersebut. Begitu juga dengan pembahasan kebijakan sektor pariwisata.


"Gunungnya sudah normal, tapi masih ada yang perlu dibenahi, seperti akses jalan menuju Kelud. Intinya masih kita rapatkan," kata Masykuri Iksan, Wakil Bupati Kediri.

Sebelumnya, gunung yang mempunyai ketinggian 1.731 meter di atas permukaan air laut itu meletus pada 13 Februari 2014 lalu dan memuntahkan jutaan meter kubik material vulkanis. Setelah erupsi itu, kondisinya terus membaik dengan ditandai penurunan aktivitas kegunungapian sehingga level statusnya terus menurun hingga menjadi normal saat ini.

Status Normal ini tidak berimplikasi terhadap munculnya pembatasan atau zonasi wilayah steril sekitar kawah sebagaimana level-level di atasnya. Pada status Waspada yang ditetapkan pada 28 Februari lalu, zonasi wilayah steril berjarak 3 kilometer dari kawah.

Meski kondisi kegunungapian kini sudah cukup normal, potensi bahaya lainnya masih mengintai. Salah satunya adalah bahaya terjadinya lahar hujan. PVMBG sebelumnya juga memasang kamera pengawas khusus untuk memantau beberapa titik sungai yang menjadi jalan aliran lahar.

Di antaranya, kamera pengawas itu dipasang di dua lokasi aliran lahar, yaitu Sungai Lahar Pulo di Pulerejo di Kecamatan Plosoklaten serta Sabuk Dam Sumberasri di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X