Siswa Paskibraka Se-Kota Makassar Keracunan Makanan Saat Latihan

Kompas.com - 08/08/2014, 19:00 WIB
Salah satu siswa Paskibraka se Kota Makassar yang keracunan makanan masih dirawat di RS Pelamonia. KOMPAS.com/Hendra CiptoSalah satu siswa Paskibraka se Kota Makassar yang keracunan makanan masih dirawat di RS Pelamonia.
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com - 71 siswa pengibar bendera pusaka (Paskibraka) se-Kota Makassar yang berlatih di Lapangan Karebosi keracunan makanan. 28 orang diantaranya kondisinya parah dan harus dirawat di RS Pelamonia, Jumat (8/8/2014).

Menurut informasi yang dihimpun, ke-71 siswa Paskibraka se-Kota Makassar ini sudah berlatihan di Lapangan Karebosi sejak tiga bulan lalu. Namun, baru kali ini mereka keracunan makanan yang disiapkan panitia seleksi dan pelatihan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Makassar.

Siswi SMA 17, Devinda (16), warga Jl Veteran Utara, mengatakan, dirinya pusing usai menyantap nasi kotak yang disiapkan panitia.

"Satu jam sesudah menyantap nasi dus sekitar pukul 14.00 Wita, semua siswa Paskibraka ada yang sakit perut, ada yang pusing, ada yang muntah-muntah dan ada pula yang gatal-gatal. Yang langsung lemas dilarikan ke RS Pelamonia untuk mendapatkan perawatan," katanya saat ditemui di RS Pelamonia.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Makassar, Arifin Madjid, mengatakan, ke-71 siswa Paskibraka dipastikan keracunan makanan yang disiapkan oleh panitia dari Dispora. Nasi kotak yang disiapkan panitia dibeli dari RM Prasmanan di Jl Emisaelan.

"Baru kali ini kejadian siswa Paskibraka keracunan makanan. Padahal sejak bulan Februari, Dispora melakukan seleksi dan pelatihan hingga kini. Siswa Paskibraka makan nasi dus usai shalat Jumat. Satu jam setelah menyantap makanan, siswa Paskibraka langsung keracunan," tuturnya di RS Pelamonia.

Pasca-keracunan makanan siswa Paskibraka se-Kota Makassar ini, Arifin belum melaporkan ke pihak kepolisian. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk kesembuhan siswa Paskibraka.

"Saya belum laporkan kasus ini ke polisi. Kami fokus kesembuhan siswa. Untuk lanjutan latihan siswa Paskibraka ini saya belum tahu kapan dilakukan," paparnya.

Arifin menambahkan, 28 orang siswa Paskibraka yang dirawat di RS Pelamonia ini masih diobservasi. Jika memang tim dokter menyatakan dirawat inap atau dipulangkan karena kondisinya telah membaik.

"Semua biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh Pemkot Makassar. Ini saya sama ibu Kadis Kesehatan kota Makassar mengawal semua siswa Paskibraka yang dirawat di RS Pelamonia," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X