Kompas.com - 07/08/2014, 16:01 WIB
Pimpinan FPI Jateng-DIY Bambang Teddy. KOMPAS.com/Wijaya KusumaPimpinan FPI Jateng-DIY Bambang Teddy.
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Aparat di Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menjemput Ketua Front Pembela Islam (FPI) DIY Bambang Tedi di rumahnya di Jalan Wates Km 8, Ngaran Balecatur, Gamping, Sleman. Sebab, Bambang telah dua kali mangkir dari pemanggilan polisi dengan alasan sakit.

Penjemputan Bambang Tedi dilaksanakan kemarin berdasarkan dari laporan Polisi Nomor LP/31 /1V/2014/DITRESKRIMSUS tanggal 22 April 2014 tentang Laporan Tindak Pidana Pengelapan, Penipuan, Pemalsuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Direktur Reserse Kriminal khusus Polda DIY Kombes Pol Kokot Indarto mengatakan, Bambang Tedi telah diberi surat pemanggilan sebanyak dua kali atas dugaan melakukan tindak pidana penipuan subsider pengelapan, dan atau pemalsuan seperti yang dimaksud dalam Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010.

"Dua kali Polda melakukan pemanggilan namun yang bersangkutan tidak datang dengan alasan sakit," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Kokot Indarto, Kamis (7/8/2014).

Kokot menuturkan, saat akan dilakukan penjemputan, yang bersangkutan mengaku dalam keadaan sakit, karena itu pula, aparat Polda DIY membawa dokter ke rumah Bambang Tedi. Dokter pun mengecek kondisi kesehatan pentolan FPI itu.

"Polda membawa dokter untuk memastikan kondisi yang bersangkutan yang mengaku dalam keadaan sakit," ucap Kokot.

Setelah pemeriksaan, kondisi fisik Ketua FPI DIY-Jateng itu dinyatakan mampu untuk menjalani pemeriksaan. Dia langsung dibawa ke Mapolda DIY. "Kita juga siapkan ambulan, tapi yang bersangkutan ingin menggunakan mobil sendiri," tandas Kokot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kokot mengungkapkan, ada dua alasan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY menahan Ketua FPI DIY-Jateng Bambang Tedi. Pertama, karena alasan subyektif dan obyektif.

"Untuk kepentingan pemeriksaan yang bersangkutan tetap ditahan 20 hari ke depan. Kita takutkan jika tidak dilakukan penahanan yang bersangkutan dapat merusak ataupun menghilangkan barang bukti," ujar Kokot.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.