Krisis Air di Singkawang, Danau Tambang Emas Ilegal Jadi Sumber Air

Kompas.com - 06/08/2014, 20:41 WIB
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Danau Serantangan, Desa Sagatani, Singkawang Selatan, Kalimantan Barat (7/12/2012). Aktivitas yang telah berlangsung selama 20 tahun dengan menggunakan mesin dompeng untuk menyedot pasir emas di kedalaman 20 meter tersebut, telah mengakibatkan ekosistem di danau seluas 400 hektar itu menjadi rusak. KOMPAS.com/Yohanes Kurnia IrawanAktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Danau Serantangan, Desa Sagatani, Singkawang Selatan, Kalimantan Barat (7/12/2012). Aktivitas yang telah berlangsung selama 20 tahun dengan menggunakan mesin dompeng untuk menyedot pasir emas di kedalaman 20 meter tersebut, telah mengakibatkan ekosistem di danau seluas 400 hektar itu menjadi rusak.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SINGKAWANG, KOMPAS.com - Danau Serantangan yang terletak di Kelurahan Sagatani, Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, akan dijadikan sumber air bersih oleh Pemerintah Daerah Kota Singkawang.

Areal kawasan danau yang memiliki luas sekitar 400 hektar tersebut, sebagian sudah rusak akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), dan saat ini menjadi alternatif karena debit air mencukupi untuk kebutuhan warga.

Pemantauan di lapangan yang dilakukan oleh Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, Senin (4/8/2014), menyimpulkan bahwa debit air Danau Serantangan masih cukup untuk digunakan, terutama saat musim kemarau.

“Kondisi air di Danau Serantangan sekarang ini tidak kering, kedalaman air masih mencapai dua meter saat ini. Jika musim hujan, kedalaman bisa mencapai lima meter bahkan lebih. Kontur di sana juga dikelilingi perbukitan, jadi kita akan menggunakan filter alam dan gravitasi untuk menyaring air," ujar Awang Ishak, Rabu (6/8/2014).

Terkait aktivitas penambangan emas ilegal yang masih berlangsung hinga saat ini, Awang Ishak menegaskan akan menindak pemilik lahan di kawasan danau tersebut.

Awang menambahkan, aktivitas penambangan ilegal di areal danau karena para pemilik menyewakan lahan mereka kepada para cukong. “Saya tidak akan mengejar pemilik mesin, tapi saya akan kejar pemilik lahannya. Kalau tanah tidak disewakan, pasti tidak ada yang menambang. Nah, nanti bekas tambang-tambang itu akan diambil alih pemkot, akan kita buat tampungan air didanau itu. Danau itu punya pemerintah, sungai itu punya pemerintah. Kalau sampai ada sertifikatnya, itu perlu dipertanyakan, sertifikatnya dari mana," tegas Awang.

Aktivis lingkungan Agri Aditya, warga Singkawang Barat menyambut baik rencana tersebut. Namun, pemerintah harus tegas menertibkan aktivitas PETI terlebih dahulu.

“Seperti kita ketahui, yang pasti air danau itu sudah kotor, airnya berwarna kuning dan penuh dengan limbah merkuri. Tertibkan dulu PETI nya, kemudian biarkan lahan tersebut kosong tanpa aktivitas, baru kemudian dimanfaatkan walau kemungkinan bahaya masih besar,” ujar Agri.

Dikonfirmasi terpisah, Kalimantan Regional Leader WWF-Indonesia, Hermayani Putera mengatakan, amanah konstitusi sangat jelas bahwa tanah, air, dan kekayaan alam dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tetapi harus dikaji lebih mendalam, terutama dari segi kesehatan lingkungan.

“Opsi pemerintah untuk menggunakan lokasi tambang ini boleh-boleh saja. Tapi ini harus dipastikan memenuhi semua kaidah dan persyaratan kesehatan lingkungan. Air tersebut juga harus aman dikonsumsi warga, dan water treatment-nya harus jelas memenuhi persyaratan teknis,” ujar Hermayani.

Hermayani menambahkan, jika melihat potensi sumber air yang ada di Kota Singkawang dengan kontur yang terdiri dari perbukitan, sebenarnya bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

“Pertanyaannya, mengapa potensi sumber air pegunungan ini tidak bisa dioptimalkan, ini yang harus dijawab. Apakah dipergunakan oleh pihak lain yang berorientasi bisnis atau kepentingan lain di luar kemaslahatan rakyat banyak,” tandas Hermayani.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
Paguyuban Hegarmanah Bandung Serahkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Paguyuban Hegarmanah Bandung Serahkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional
Pandemi Corona, Uang Sewa 4 Rusunawa di Jatim Dibebaskan Selama 3 Bulan

Pandemi Corona, Uang Sewa 4 Rusunawa di Jatim Dibebaskan Selama 3 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X