Tak Punya Biaya Berobat, Nenek Ini Pasrah Kepalanya Digerogoti Belatung

Kompas.com - 06/08/2014, 11:43 WIB
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com
— Ketiadaan biaya dan jauhnya akses sarana kesehatan dari desa terpencil di Luyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membuat Cicci Pondi (70) tak berdaya menghadapi infeksi yang menggerogoti kepalanya sejak enam tahun lalu. Kini, separuh kepala Cicci telah menjadi santapan belatung.

Dalam kondisi tak berdaya menghadapi penyakit yang dideritanya, sanak keluarga dan tetangga Cicci malah mengucilkan perempuan malang ini. Sebab, mereka menilai penyakit yang diderita Cicci adalah kutukan.

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya yang jauh dari permukiman penduduk di Dusun Batupangadala, Rabu (6/8/2014), Cicci tampak duduk termenung di ranjang tua miliknya. Dia tampak pasrah menghadapi penyakit ganas yang menggerogoti sebagian kepalanya.

“Ya, pasrah saja sudah berobat, tapi tak sembuh,” kata Cicci dalam bahasa Mandar.

Cicci menceritakan, awalnya dia hanya mengalami bisul sebesar kelereng di bagian kiri kepala. Setelah bisulnya pecah, bekas lukanya mengalami infeksi karena tidak dirawat dengan baik. Lama-lama luka bekas bisul itu melebar dan menebarkan bau busuk hingga dikerubuti belatung.

Cicci mengaku, pemerintah memang pernah membawa dirinya ke Rumah Sakit Umum Polewali Mandar untuk menjalani pengobatan agar bisa sembuh dari penyakitnya. Namun, dia hanya bisa bertahan di rumah sakit tersebut selama 13 hari.

Dia memilih pulang dari rumah sakit karena merasa kesepian dan tak bisa mengurus keperluannya seorang diri. Tak ada seorang pun keluarga ataupun tetangganya yang membantu nenek malang ini. Padahal, dokter meminta Cicci bisa bertahan selama satu bulan perawatan agar penyakitnya bisa sembuh.

“Kasihan hidupnya terkucil lantaran banyak warga menduga ini penyakit kutukan yang bisa menular. Makanya warga menjauh," ujar Mandaali, salah seorang warga Polewali yang peduli terhadap nasib Cicci.

Mandaali menjelaskan, berbagai cara telah dilakukan kepala desa setempat agar nenek ini bisa sembuh. Salah satunya adalah menyewa perawat swasta agar bisa mengontrol luka yang terus melebar di kepala Cicci.

Namun, karena kehabisan biaya yang dihimpun dari sumbangan warga dan bupati Polewali Mandar, kini pengobatan Cicci terhenti. Kepala desa, kata Mandaali, konon telah berutang lebih dari Rp 2 juta kepada perawat swasta yang disewa untuk menangani penyakit Cicci.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.