Anak Panah Tertancap di Kepala Korban Bentrok Belum Bisa Diangkat

Kompas.com - 04/08/2014, 19:36 WIB
Korban dengan kepala yang masih tertancap anak panah. KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYKorban dengan kepala yang masih tertancap anak panah.
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Anak panah yang tertancap di bagian belakang kepala Julkarnaen Payapo (16), salah satu korban bentrok warga Desa Luhu, Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku hingga Senin (4/8/2014) malam ini belum bisa diangkat oleh tim medis di rumah sakit Al-Fatah Ambon.

Selain Julkarnaen, salah satu korban lainnya yakni Ruslan Kaliki juga masih terbaring lemah di rumah sakit tersebut. Ruslan mengalami luka setelah sebuah anak panah menancap tepat di bagian kanan pipinya.

Hingga kini, tim medis di rumah sakit itu belum juga mampu mengangkat anak panah yang menancap di pipi korban. “Saya berharap tim medis dapat mengangkat anak panah yang tertancap di kepala anak saya ini. Saya sedih melihat kondisi anak saya,” ungkap Nina Payapo orangtua korban.

Senada, orangtua Ruslan Kaliki juga mengatakan sejak anaknya dievakuasi ke RS Al-Fatah sore tadi, tim medis di RS tersebut belum juga mengangkat anak panah yang tertancap di pipi anaknya itu.

“Saya tidak tahu juga, anak saya sudah tiba sejak sore tadi tapi anak panah yang tertancap di bagian pipinya belum juga diangkat. Kalau bisa segera diangkat agar lebih baik lagi,” kata Hasyim Kaliki, ayah korban.

“Korban sangat banyak di sini jadi bersabar dulu, banyak korban lain yang masih ditangani dokter,” kata salah satu perawat yang berada di rumah sakit tersebut.

Kedua warga desa bertetangga ini terlibat bentrokan sejak senin pagi, akibat bentrokan itu enam warga dinyatakan tewas dan 47 lainnya mengalami luka-luka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X