Warga Samarinda Berharap Ahok Jadi Gubernur Kaltim, Mengapa? - Kompas.com

Warga Samarinda Berharap Ahok Jadi Gubernur Kaltim, Mengapa?

Kompas.com - 04/08/2014, 18:40 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seusai bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di Balaikota Jakarta, Rabu (23/7/2014).
SAMARINDA, KOMPAS.com — Masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengharapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur Kaltim, menggantikan Gubernur Awang Faroek Ishak.

Ketegasan Ahok menjadi perbincangan hangat dan dinilai bisa menyehatkan kinerja pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. "Ahok kalau ditolak di DKI Jakarta, baiknya ke Kaltim saja, gantikan Awang. Ahok tegas, SKPD dan dinas-dinas pasti sehat," kata Jumardin, salah satu pengusaha kecil di Samarinda, Senin (4/8/2014).

Jumardin berkata, alasan itu bukan muncul tanpa sebab. Ketika dia bertandang ke Dinas PU Kaltim untuk mengurus permohonan perbaikan jalan di depan rumahnya, di sekitaran Jalan KH Wahid Hasyim, para pegawai PU Kaltim kosong dan tidak ada pelayanan.

"Coba Ahok di Samarinda, pasti habis ini pegawai kena skors semua. Seandainya saja, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bisa seperti Ahok," kata dia.

Tidak hanya Jumardin, Latifah, seorang mahasiswi S-2 di Universitas Mulawarman, juga berpendapat yang sama. Dia menilai Ahok bisa menumpas kecurangan-kecurangan korupsi di lingkungan Pemprov Kaltim.

"Pemprov Kaltim punya tiga pesawat nganggur yang terbang hanya sekali. Denger-denger sih ada kecurangan dalam jual beli pesawat Airvan itu. Lah kalau ini Jakarta, pasti sudah diproses kasusnya, apalagi Ahok berani main pecat," kata Latifah.

Latifah mengatakan, Kaltim merupakan provinsi kayas ehingga untuk menjaga kekayaan itu perlu sosok pemimpin yang tegas dan dapat berjuang untuk masyarakatnya. Di kepemimpinan Gubernur Kaltim yang sekarang, Latifah masih tidak puas lantaran Awang tidak memiliki ketegasan seperti Ahok.

"Seandainya Pak Awang bisa tegas, pecat PNS nakal, sehatkan Kaltim dari korupsi, dan bisa membawa Kaltim lebih baik lagi, tentu kami-kami ini sayang. Tapi, ya mau gimana lagi, Pak Awang tidak setegas Ahok," ujar dia.

Tidak hanya korupsi, lingkungan yang kerap banjir pun dijadikan alasan masyarakat untuk pergantian Awang Faroek. Masyarakat menilai tata Kota Samarinda tidak seburuk Jakarta sehingga kalau Ahok yang memimpin, masyarakat percaya Ahok bisa membuat kota menjadi lebih baik lagi.


"Kota banjir seperti Samarinda ini pasti bisa diatur. Kalau banjir tidak bisa ditumpas, tapi tata kotanya bisa diperbaiki. Ya itu butuh gubernur yang tegas dan bisa berpikir cepat. Kalau gubernur yang suka janji-janji saja, ya sampai kiamat juga Samarinda tetap jadi kota banjir," tandas Rusmana, warga Jalan Pelita, Samarinda.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X