Kompas.com - 01/08/2014, 21:17 WIB
Upacara pembukaan lokalisasi Dolly-Jarak oleh para PSK di gang dolly. KOMPAS.com/Achmad FaizalUpacara pembukaan lokalisasi Dolly-Jarak oleh para PSK di gang dolly.
|
EditorFidel Ali Permana


SURABAYA, KOMPAS.com — Polisi belum cukup puas menangkap dan menetapkan sembilan tersangka perusuh Dolly. Polisi terus mendalami dan mengejar penyandang dana penolak penutupan Dolly.

Polisi tidak percaya aksi penolakan penutupan Dolly itu berjalan begitu saja. Polisi percaya ada dalang di balik semua itu.

"Kami fokus mencari siapa penggalang dana atau donatur di balik penolakan penutupan Dolly. Jelas ada penggalang dananya. Tidak mungkin mengalir begitu saja," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, Jumat (1/8/2014) malam.

Gerakan penolakan penutupan kawasan lokalisasi prostitusi Dolly-Jarak ini menurut Setija begitu sistematis dan masif, hingga berhasil mengajak pekerja Dolly menolak pemberian dana kompensasi penutupan dari pemerintah bagi pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari, masing-masing sebesar Rp 5 juta.

"Ada kekuatan besar sampai mereka menolak kompensasi," tambahnya.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan sembilan tersangka kerusuhan saat pemasangan plakat penutupan Dolly, pada Minggu (27/7/2014). Sebagian dari mereka adalah para pekerja Dolly yang menolak penutupan kawasan lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara ini. Sebagian lagi adalah kalangan tim advokasi penutupan Dolly, yakni Front Pekerja Lokalisasi (FPL).

Menurut Setija, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 160 KUHP tentang kejahatan penghasutan, Pasal 214 KUHP tentang melawan petugas, dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal total 10 tahun kurungan penjara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X