Kompas.com - 30/07/2014, 11:02 WIB
Citra satelit Terra dan Aqua milik NASA, 19 Juni 2013, menunjukkan titik kebakaran (tanda merah) dan asapnya yang ditiup angin menuju Malaysia dan Singapura. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau. NASACitra satelit Terra dan Aqua milik NASA, 19 Juni 2013, menunjukkan titik kebakaran (tanda merah) dan asapnya yang ditiup angin menuju Malaysia dan Singapura. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau.
EditorSandro Gatra


PEKANBARU, KOMPAS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendatangkan helikopter khusus untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan menjatuhkan bom air (water bombing).

"Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan memindahkan helikopter MI-8 dari Kota Palangkaraya ke Pontianak untuk melakukan water bombing," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangna Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam surat elektronik, Rabu (30/7/2014), seperti dikutip Antaranews.com.

Ia mengatakan, BNPB segera mengambil sikap setelah mendapat informasi meningkatnya kebakaran lahan dan hutan di dua daerah, yakni Provinsi Riau dan Kalbar. Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, kata dia, ternyata tidak menurunkan titik panas di Riau dan Kalbar.

Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua saat peryaan Lebaran pada Selasa (29/7/2014), titik panas di Riau terdeteksi 143, sedangkan di Kalbar 268 titik.

Di Kalbar sebaran titik panas adalah di Bengkayang 15 titik, Kapuas Hulu 25 titik, Kayong Utara tujuh titik, Ketapang 19 titik, dan Kubu Raya 15 titik. Kemudian, di Landak dan Melawi masing-masing ada delapan titik, Pontianak 19 titik, Sambas 65 titik, Sanggau ada 33 titik, Sekadau lima titik, Singkawang dua titik, dan Sintang 47 titik.

Sementara itu, titik panas di Riau paling banyak di Kabupaten Rokan Hilir 46 titik, Bengkalis 24 titik, Dumai 35 titik, Indragiri Hilir enam titik, Indragiri Hulu tiga titik, Kampar dua titik, Kuantan Singingi tujuh, dan Pelalawan 10 titik.

"Jarak pandang di Dumai dan Pelalawan pendek karena tertutup asap pada pagi hari," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemprov Riau hingga kini masih menetapkan status Siaga Asap dan upaya pemadaman dari pasukan gabungan di dalam Satuan Tugas (Satgas) Riau terus dilakukan. Menurut Sutopo, Satgas udara masih terus mengoperasikan helikopter untuk menjatuhkan bom air dan modifikasi cuaca untuk hujan buatan.

Upaya pemadaman tersebut dikombinasikan dengan pasukan Satgas Darat berisi ratusan personel. Pasukan terdiri dari 100 personel TNI AD, 100 personel TNI AU, dan 500 personel Polri.

Selain itu, ratusan personil Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan relawan ikut memadamkan api.

"Namun demikian, pembakaran yang dilakukan oleh oknum individu dan kelompok masih lebih intensif sehingga titik panas makin banyak," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.