Kompas.com - 29/07/2014, 18:31 WIB
Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/01/2012).  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/01/2012).
|
EditorKistyarini
BANDUNG, KOMPAS.com - Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, memang Jawa Barat tak pernah sepi pengunjung baik di hari libur biasa ataupun hari libur khusus seperti Lebaran ini.

Selain pemandangan alam yang indah, dengan diperbolehkannya mobil masuk ke kawasan wisata, pengunjung tidak perlu bersusah payah berjalan kaki untuk menikmati pemandangan Kawah Ratu.

Kemudahan untuk para pengunjung tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar gunung yang mencari nafkah di gunung yang terkenal dengan legenda Sangkuriang itu. Apalagi di musim liburan seperti sekarang ini.

Putra Kaban, Direktur Utama Pengelola TWA Tangkuban Parahu, PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), mengatakan, dari 1080 pedagang resmi yang dibina PT GRPP, ada tambahan sebanyak 100 pedagang musiman.

"Pedagang tambah sekitar 100. Mereka kita imbau untuk mengambil tempat masing-masing, tidak mengganggu pengunjung dan tidak membahayakan diri sendiri," kata Kaban di pos penjualan tiket TWA Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (29/7/2014).

Meski mengizinkan para pedagang musiman berjualan, PT GRPP tetap membatasi jumlah pedagang ketika hari normal. Menurut dia, hal tersebut dilakukan demi menjaga kenyamanan para pengunjung.

"Senin nanti sudah tidak boleh ada penambahan pedagang. Setelah Senin akan normal kembali, mereka pasti sadar sendiri," kata Kaban.

Sementara itu, jumlah pengunjung yang masuk ke TWA Tangkuban Parahu di hari kedua Lebaran sekarang lebih dari 15.000 ribu orang pengunjung dan diprediksi hingga pukul 14.30 WIB atau sampai ditutupnya loket mencapai 20.000 orang.

Menurut Kaban, jumlah tersebut terbilang meningkat dari tahun sebelumnya. "Puncaknya mungkin di hari Sabtu nanti," ucap dia.

Sementara itu, Kaban mengatakan kenaikan harga tiket pada awal tahun lalu tidak mempengaruhi antusiasme pengunjung untuk tetap menjadikan TWA Gunung Tangkuban Parahu sebagai salah satu destinasi wisata di bumi priangan.

Seperti diketahui, pengelola kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu, PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) memutuskan untuk menaikan harga tiket masuk perorangan di awal tahun 2014.

Tiket masuk satu orang wisatawan nusantara (Wisnu) dari harga sebelumnya Rp 11.000 naik menjadi Rp.17.000 setelah ditambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 2.000.

Sementara satu tiket untuk satu orang wisatawan mancanegara (Wisman) naik dari harga sebelumnya Rp. 30.000 menjadi Rp. 75.000 setelah ditambah PNBP sebesar Rp.15.000. "Meski harga tiket naik, saya salut sama antusiasme pengunjung," ucapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.