Daging Celeng yang Diduga Akan Jadi Campuran Bahan Bakso Diamankan

Kompas.com - 26/07/2014, 13:31 WIB
Ilustrasi: Ada saja kecurangan yang dilakukan para penjual daging  untuk menipu para konsumen dengan menjual daging celeng (babi hutan). Seperti yang dilakukan KTJ alias S (57) warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara yang telah sengaja melakukan usaha mengedarkan dan menjual daging celeng atau babi hutan tanpa ijin. KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariIlustrasi: Ada saja kecurangan yang dilakukan para penjual daging untuk menipu para konsumen dengan menjual daging celeng (babi hutan). Seperti yang dilakukan KTJ alias S (57) warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara yang telah sengaja melakukan usaha mengedarkan dan menjual daging celeng atau babi hutan tanpa ijin.
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polsek Rogojampi berhasil mengamankan daging celeng yang ditemukan di kios penggilingan daging yang ada di pasar besar Rogojampi Sabtu (26/7/2014).

Kompol Toha Choiri Kapolsek Rogojampi menjelaskan bahwa saat penggerebekan, polisi mengamankan daging celeng yang di simpan dalam tiga karung dengan berat sekitar 50 kilogram.

"Setelah kami periksa oleh anggota, ternyata daging tersebut bukan daging sapi tapi daging celeng atau babi hutan. Ada kemungkinan daging celeng tersebut akan dicampur dengan daging sapi untuk dijadikan bakso karena daging celeng ditemukan di los tempat penggilingan daging yang biasa menjadi langganan penjual bakso," ungkap Kompol Toha Choiri.

Dia mengatakan bahwa jika dijual dalam bentuk daging maka pembeli akan lebih mudah mengetahui.

"Tapi jika digiling dengan daging sapi dan dijadikan bakso kan kita tidak tahu," jelasnya.

Selain mengamankan daging celeng di los penggilingan daging, pihak kepolisian juga berhasil menemukan 5 kilogram daging celeng di dalam freezer di rumah milik SR warga Desa Pengantigan Kecamatan Rogojampi yang di duga sebagai pemasok daging celeng.

"Saat ini kami masih memburu SR yang diduga sebagai pemasok daging celeng dan SM pemilik usaha selep daging giling. Ungkapan kasus ini atas informasi dari masyarakat," kata Toha.

Dia berharap agar masyarakat lebih waspada jelang lebaran karena kemungkinan ada yang mau mencari keuntungan dengan mencampur daging sapi dengan daging celeng.

"Masyarakat harus lebih bijak, teliti dan jika menemukan kecurigaan bisa langsung melaporkan kepihak kepolisian," pungkasnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X