"Semoga Presiden Baru Bisa Mengakhiri Penderitaan Kami"

Kompas.com - 22/07/2014, 11:27 WIB
Warga Syiah yang selama ini ditempatkan di GOR Tennis Sampang dipindahkan ke Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/6/2013) SURYA/MUCHSINWarga Syiah yang selama ini ditempatkan di GOR Tennis Sampang dipindahkan ke Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/6/2013)
EditorCaroline Damanik

SIDOARJO, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini akan mengumumkan pemenang kursi presiden ketujuh Republik Indonesia. Belum final memang. Sebab, yang akan menduduki kursi itu masih perlu menunggu proses hingga sang pemenang benar-benar mengucapkan sumpah jabatan di depan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Meski begitu, masyarakat sudah menaruh harapan besar, terutama masyarakat yang terusir, seperti warga Syiah asal Sampang. Juga masyarakat korban semburan Lumpur Lapindo, yang hak-haknya belum terbayar hingga bertahun-tahun.

Mereka berharap presiden baru bisa menjadi seorang Ratu Adil. Mereka merindukan lahirnya kebijakan sekaligus kebijaksanaan yang bisa menjamin hak-hak mereka.

"Harapan kami tidak muluk-muluk. Kami ingin menjadi warga negara normal. Bisa kembali hidup bersama di rumah dan kampung kami sendiri," tutur Ustaz Iklil Al-Milal, warga Syiah, saat ditemui di pengungsian, Rumah Susun (Rusun) Pasar Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo, Senin (21/7/2014).

Di rumah penampungan itu, Iklil hidup bersama sekitar 300 warga Syiah lainnya. Mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben.  

Seingat Iklil, mereka sudah dua tahun hidup serba terbatas di pengungsian Jemundo. Tepatnya sejak Agustus 2012. Status sebagai pengungsi sudah mereka sandang jauh sebelum boyongan ke Sidoarjo.

Tempat pertama mereka berlindung setelah kampung mereka diserang kelompok lain adalah  GOR Sampang. Selama delapan bulan, mereka hidup di penampungan yang disediakan pemerintah setempat.

Namun, di pengungsian di tanah kelahiran mereka ini, ternyata aparatur negara tidak bisa menjamin. Alih-alih menjamin mereka balik ke kampung halaman, menjamin keselamatan di pengungsian saja sulit mereka wujudkan.

Alhasil, mereka pun menerima tawaran mengungsi keluar, jauh dari jangkauan kelompok penyerang, tetapi jauh dari tanah kelahirannya.

Mereka pun menjadi penghuni rusun yang sebenarnya disediakan buat pedagang pasar Puspa Agro. Di sana mereka bercampur dengan imigran dari Timur Tengah.

Halaman:


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X