Kompas.com - 21/07/2014, 17:20 WIB
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, naik kereta inspeksi Semeru saat memantau pemindahan rel dari jalur tunggal untuk dialihkan ke jalur ganda di ruas antara Cepu, Jawa Tengah, dan Tobo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/3). KOMPAS/IWAN SETIYAWANWakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, naik kereta inspeksi Semeru saat memantau pemindahan rel dari jalur tunggal untuk dialihkan ke jalur ganda di ruas antara Cepu, Jawa Tengah, dan Tobo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/3).
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) menawarkan sebuah alternatif agar pemudik yang menggunakan jasa Perusahaan Otobus (PO) tetap bisa melewati Jembatan Comal, Pemalang, meski jembatan itu ambles sejak Jumat, 17 Juli lalu.

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono menuturkan, Organda mengusulkan ‘fery’ untuk memindahkan penumpang dari PO yang bergerak dari barat menuju Comal, ke PO yang bergerak dari Comal ke timur.

Sistem "fery" ini sederhananya mengoper penumpang saat melewati Jembatan Comal. “Mereka mencoba membuat istilahnya 'fery'. 'Fery' itu bis dari barat dia berhenti sampai di jembatan, kemudian penumpangnya pindah. Kemudian dengan PO yang sama dia (penumpang) akan dibawa ke timur. Itu usulan Organda, jalan kaki nyebrangnya,” kata Bambang, ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (21/7/2014).

Bambang mengatakan, jika usulan ini disetujui, maka akan dibuat semacam dropping zone yang teratur, agar tidak terjadi penumpukan baik bus atau penumpang, di sisi barat dan timur Jembatan Comal, Pemalang.

Saat ini, kata Bambang, ide tersebut tengah dirapatkan di antara PO anggota Organda. Bambang mengakui ada keuntungan bagi PO jika menggunakan sistem 'fery' ini. Mereka bisa menghemat waktu tempuh, daripada melalui tiga jalur alternatif yang disediakan Kementerian Perhubungan.

Sebagai informasi, saat ini terjadi kelangkaan bus, akibat sejumlah armada telat memasuki area barat Jawa. “Jadi kemarin kita bersama Sekjen Organda, dengan ketua Asosiasi Logistik juga ke sana, ke lapangan. Mereka memahami apa yang terjadi di lapangan, dan mereka mencoba berkomunikasi dengan para anggotanya. Mungkin siang ini lagi dirapatin sama Organda,” kata Bambang.

Menurut Bambang, Organda tidak akan mengenakan tarif tambahan untuk sistem 'fery' ini. Namun, diperhitungkan waktu tempuh perjalanan para pemudik angkutan umum bus akan lebih lama tiga-empat jam, untuk kondisi arus puncak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.