Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/07/2014, 09:46 WIB
EditorHeru Margianto


Agus Mulyadi
, Blogger Jomblo

Menjelang pertengahan dan hari-hari terakhir bulan puasa, biasanya sering diselenggarakan acara buka bersama kawan-kawan SD, SMP, SMA, maupun kawan-kawan semasa kuliah. Acara ini sekaligus juga menjadi ajang reuni alias temu kangen.

Bagi saya, ini adalah acara yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena bisa bertemu dengan kawan-kawan masa sekolah yang sudah lama tak bertemu. Namun juga menjadi menyebalkan karena acara ini sering kali menjadi ajang pamer kesuksesan.

Tapi tak apa, karena sekarang alhamdulilah nasib saya sudah agak lebih baik. Dulu sewaktu saya masih kerja jadi OP Warnet*, saya begitu malu untuk menghadiri acara ini. Maklum, kawan-kawan saya rata-rata sudah menjadi orang sukses, yah, minimal lumayan sukses lah, sehingga ketika ngobrol soal pekerjaan, saya selalu minder setengah mati.

Nah, sekarang saya sudah jadi penulis (yah, walau masih ecek-ecek), sudah menerbitkan buku sendiri, dan sudah agak terkenal (dikit lah). Jadi, setidaknya sudah ada sesuatu yang bisa dibanggakan. Minimal sudah bisa jawab "penulis" kalau ditanya "sekarang kerjaanmu apa?".

Namun walau begitu, saya masih tetep menganggap ada sisi menyebalkan dari acara ini. Tak lain dan tak bukan adalah karena adanya faktor "segmen nyinyir".

Segmen nyinyir, begitu saya menyebutnya, adalah satu sesi dimana para peserta bukber ngobrol nyinyir soal pasangan seusai bersantap buka.

"Eh, kamu masih jadian sama dia ya?"
"Jadi si A sekarang jalan sama si B ya?"
"Kamu sudah lama pacaran sama si C, kapan nih undangannya nyampai?"
"dst..."

Sebagai bujangan yang awet, tentu saya tak bisa berpartisipasi aktif dalam arus obrolan ini. Maklum, sampai sekarang saya belum juga punya pacar. Praktis, saya hanya bisa menyimak dan mendengarkan. Saya lebih banyak pasifnya. Lebih banyak diamnya.

Saya selalu berhati-hati, sebisa mungkin saya tidak memancing keadaan. Saya takut ditanya, "sudah punya pacar atau belum?". Saya tak ingin bernasib sial seperti beberapa kawan saya (yang juga masih jomblo) yang lepas kontrol dan terpancing, sehingga status jomblonya justru semakin terumbar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.