Ada 44 Lokasi Jalur Mudik di Jawa Timur Jatim Rawan Bencana, Macet, dan Kecelakaan

Kompas.com - 21/07/2014, 05:06 WIB
Ilustrasi jalur mudik di Pulau Jawa Dok Kompas.comIlustrasi jalur mudik di Pulau Jawa
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SURABAYA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jawa Timur memetakan 12 jalur utama angkutan lebaran 2014. Dari ke-12 jalur utama itu, terdapat 44 lokasi rawan yang perlu diwaspadai pemudik.

Ke-44 lokasi rawan itu secara umum dikategorikan menjadi tiga jenis, yakni rawan macet, rawan bencana, dan rawan kecelakaan. "Penyebabnya banyak, dari kondisi jalan, pasar tumpah, kontur tanah, hingga perlintasan kereta api," kata Kata Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim, Wahid Wahyudi, Minggu (20/7/2014) malam.

Untuk lokasi rawan macet, sebut Wahid, antara lain adalah jalur Surabaya-Mojokerto-Madiun-Magetan-Ngawi, yakni di simpang Medaeng-Kletek. Di jalur itu, volume lalu lintas melebihi kapasitas jalan, di simpang kenanten Mojokerto ada penyempitan jalan, di jalur Guyangan-Bagor-Wilangan-Saradan, ada empat perlintasan KA, dan kepadatan lalu lintas dua lajur.

Adapun lokasi rawan bencana antara lain ada di jalur Surabaya-Lamongan-Tuban-Bulu. Di sana ada dua wilayah rawan banjir yakni di Tambakboyo dan Widang. Di jalur Surabaya-Mojokerto-Madiun-Magetan-Ngawi, hanya ada satu lokasi rawan bencana berupa kabut, yakni di Mojokerto.

Sementara itu, lokasi rawan kecelakaan, di antaranya ada di jalur Surabaya-Malang-Blitar-Tulungagung, tepatnya di Jl Sunandar Priyo Sudarmo dan Jl raya desa pojok kecamatan Garum Blitar. Di jalur Surabaya-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, kecelakaan rawan terjadi di Jl Raya Arjosari Rejoso Pasuruan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, untuk melengkapi rambu peringatan di lokasi tersebut, dan menyiapkan jalur alternatif," kata Wahid.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X