Gelombang Pertama, FPI Jateng Berangkatkan 15 Relawan ke Gaza

Kompas.com - 18/07/2014, 15:53 WIB
Ilustrasi: Polisi mengamankan unjuk rasa massa Front Pembela Islam (FPI) di depan Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2010).  KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Ilustrasi: Polisi mengamankan unjuk rasa massa Front Pembela Islam (FPI) di depan Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2010).
|
EditorCaroline Damanik

UNGARAN, KOMPAS.com — Sedikitnya 15 relawan dari sejumlah ormas Islam, antara lain Front Pembela Islam (FPI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), sudah diberangkatkan ke Palestina untuk membantu rakyat Gaza melawan agresi Israel.

Ketua FPI Jawa Tengah Syihabudin mengatakan melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2014), bahwa hasil rapat besar FPI Jawa Tengah yang digelar di Cilacap pada Rabu kemarin menghasilkan keputusan bulat untuk merekrut besar-besaran terhadap relawan ke Gaza (baca juga: FPI Jateng Akan Berangkatkan Anggotanya ke Gaza).

"Lima hari yang lalu, gelombang pertama ada 2 anggota kita telah bergabung dengan 13 relawan lainnya dari MMI dan JAT, sudah diberangkatkan dari Yogya. Berdasarkan rapat kemarin, kita masih terus membuka pendaftaran," kata Syihabudin.

Dia mengakui, tidak mudah mencari relawan yang siap diberangkatkan ke medan konflik di Gaza. Ini karena syarat-syarat bagi relawan yang dicari, selain sehat jasmani dan rohani, juga harus mempunyai keterampilan yang mumpuni.

"Relawan harus punya skill. Di sana yang dibutuhkan, misalnya kesehatan, ya dicari relawan yang punya dasar di bidang kesehatan, atau masak-memasak dan mungkin juga hisbah (keterampilan perang) sesuai dengan keterampilan masing-masing" ungkapnya.

"(Relawan juga) harus sanggup membiayai dirinya sendiri," imbuhnya.

Selain merekrut relawan, FPI terus melakukan upaya penggalangan dana dari para anggota dan orang-orang yang bersimpati terhadap gerakan FPI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Syihabudin mengakui, jumlah dana yang terkumpul tidak akan mungkin mencukupi biaya akomodasi semua relawan sehingga syarat berikutnya bagi para relawan adalah kesanggupan untuk menanggung biaya hidup sendiri selama berada di Gaza.

"Sampai hari ini belum ada lagi yang mendaftar karena syaratnya memang cukup berat. Yang penting, jihad ini, jika tidak anfus-nya (badannya) ya amalnya," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X