Terkait Aksi Santri, Polisi Tak Beri Penjagaan Khusus untuk KFC dan McD

Kompas.com - 16/07/2014, 22:38 WIB
Ribuan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, berunjuk rasa di depan restoran KFC Mayasari Plaza dalam rangka mengutuk aksi zionis Israel terhadap Palestina, Selasa (15/7/2014) sore. KOMPAS.com/Irwan NugrahaRibuan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, berunjuk rasa di depan restoran KFC Mayasari Plaza dalam rangka mengutuk aksi zionis Israel terhadap Palestina, Selasa (15/7/2014) sore.
|
EditorGlori K. Wadrianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko menyatakan, aksi yang dilakukan para santri untuk meminta penutupan restoran cepat saji KFC dan McDonalds di wilayahnya tak perlu penjagaan khusus kepolisian sebab penutupan itu diminta selama tiga hari dan telah disepakati oleh masing-masing manajemen restoran tersebut.

“Tidak perlu ada penjagaan khusus terkait kejadian kemarin. Soalnya kedua belah pihak telah sepakat untuk menutup restoran selama tiga hari. Pihak manajemen restoran mengerti permintaan itu sebagai penghormatan para santri membela Palestina,” kata Noffan saat dihubungi wartawan, Rabu (16/7/2014).

Noffan menjamin situasi di wilayahnya dalam kondisi aman dan kondusif. Kejadian kemarin telah selesai dan disepakati oleh para santri dan pihak gerai. Apalagi pihak restoran memahami betul permintaan para santri tersebut.

Ia lantas meminta kepada seluruh masyarakat Tasikmalaya supaya tetap tenang dan jangan sampai terpancing oleh isu yang menyesatkan. “Situasi aman dan kondusif,” kata Noffan.

Diberitakan sebelumnya, ribuan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, mendatangi restoran cepat saji simbol Amerika, KFC, di Mayasari Plaza Tasikmalaya, Selasa (15/7/2014) sore. Para santri ini menutup paksa restoran saat unjuk rasa menolak serangan Israel terhadap Palestina.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X