Salah "Input" Data, Rekapitulasi di KPU Denpasar Berlangsung Alot

Kompas.com - 16/07/2014, 18:37 WIB
Pekerja melipat surat suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden, di Jalan Mardani Raya, Salemba, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Sebanyak 789.441 surat suara dilipat ditempat ini dan akan didistribusikan ke Jakarta Pusat. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPekerja melipat surat suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden, di Jalan Mardani Raya, Salemba, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Sebanyak 789.441 surat suara dilipat ditempat ini dan akan didistribusikan ke Jakarta Pusat.
EditorCaroline Damanik

DENPASAR, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (16/7/2014), seluruh Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota maupun kabupaten di Provinsi Bali, menggelar rekapitulasi suara Pilpres 2014 lalu, termasuk KPU Denpasar. Namun demikian, penghitungan suara yang awalnya diperkirakan singkat malah molor karena perdebatan mengenai data yang disajikan KPU.

Alotnya rekapitulasi berawal dari ditemukannya kesalahan dalam input data DA1 yang dilakukan petugas KPU dari Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat.

Kesalahan terjadi pada data daftar pemilih di tingkat desa. Ada 12 pemilih yang seharusnya ditulis pada baris Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) justru ditulis di baris Daftar Pemilih Khusus (DPT).

Kesalahan ini memicu protes saksi dari kedua kubu peserta pemilu, baik saksi pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa maupun pasangan Joko Widodo–Jusuf Kalla. Saksi pasangan Prabowo–Hatta terlihat paling ngotot.

Menurut Ketua KPU Denpasar, I Gede John Darmawan, kekeliruan memasukan data tersebut telah diperbaiki di tingkat kecamatan tapi, karena salah memasukkan data sehingga yang diserahkan PPK ke KPU justru data yang belum diperbaiki.

“Kesalahan terjadi di TPS. Pemilih yang menggunakan KTP dimasukan dalam daftar pemilih khusus, padahal semestinya dimasukan ke dalam kolom daftar pemilih khusus tambahan,” kata John di sela-sela rapat pleno rekapitulasi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Regional
Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Regional
Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Regional
Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X