Selain Disiksa, TKW Yorita Diberi Obat Perusak Saraf Otak

Kompas.com - 16/07/2014, 15:30 WIB
Yorita Nomleni TKW asal Desa Oinlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur yang dideportasi dari Malaysia Kompas.com/Sigiranus Marutho BereYorita Nomleni TKW asal Desa Oinlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur yang dideportasi dari Malaysia
|
EditorGlori K. Wadrianto
KUPANG, KOMPAS.com — Yorita Nomleni (23), tenaga kerja wanita asal Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, diduga sempat diberi obat perusak saraf otak. Sebelumnya, dia pun disiksa oleh majikan di tempatnya bekerja, polisi, dan petugas imigrasi Selangor, Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Justice Piece and Integrity Creation (JPIC) SVD Timor, Pater Piter Bataona, Rabu (16/7/2014), seusai menjemput dan mengantar Yorita bertemu dengan ibu kandung dan saudara-saudaranya di Kupang.

”Sesuai dengan pengakuan Yorita, awalnya dia (Yorita) disiksa oleh majikannya sehingga karena tak tahan, dia lantas melaporkan kejadian itu ke polisi setempat. Bukannya ditolong, polisi justru malah menyiksa dia selama satu minggu dan disuruh guling-guling di lantai, sampai Yorita mengalami depresi hebat,” kata Piter.

”Setelah puas menyiksa Yorita, polisi lantas menyerahkannya ke petugas imigrasi untuk dideportasi karena bersamaan dengan selesainya visa kerja Yorita. Saat berada di tangan petugas imigrasi, justru perlakuan lebih keji yang dialaminya. Dia disuruh telan pil yang belakangan diketahui adalah obat perusak saraf di bagian otak. Setelah minum pil itu, Yorita pun tidak ingat apa-apa lagi, termasuk namanya sendiri,” sambung Piter.

Menurut Pater Piter, pengakuan Yorita itu sama persis dengan apa yang diampaikan oleh sejumlah rekan Pater Piter di Pangkal Pinang yang mengatakan kalau para TKI yang dideportasi akan diberi obat yang efeknya akan merusak jaringan otak.

”Namun jika dibandingkan antara polisi Malaysia dan polisi imigrasi Malaysia, yang paling kejam itu petugas polisi imigrasinya. Teman-teman di Selangor juga mengakui hal itu, termasuk petugas polisi imigrasi Selangor,” ungkap Piter.

Piter berharap Pemerintah Indonesia bisa segera membantu menyelesaikan persoalan tersebut karena hal ini sudah menjadi kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

Sebelumnya diberitakan, Yorita Nomleni akhirnya tiba di Kupang, NTT, Selasa (15/7/2014), dan bertemu kembali dengan keluarganya. Perjuangan Yorita untuk pulang ke kampung halaman ini berliku. Dia mendapatkan bantuan antara lain dari suster-suster FMM, Justice Piece and Integrity Creation (JPIC) SVD Timor, dan JPIC CIJ.

“Proses pemulangan Yorita ke Indonesia dilakukan sejak bulan Maret 2014 lalu melalui Batam, Kepulauan Riau, dan dia tinggal beberapa saat di Bambu Apus, Jakarta, dengan kondisi yang tidak normal," tutur Piter, Selasa malam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 9 Ruangan yang Disegel KPK Usai Menangkap Bupati Kutai Timur

Ada 9 Ruangan yang Disegel KPK Usai Menangkap Bupati Kutai Timur

Regional
Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Jember Ditetapkan sebagai Tersangka

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Jember Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Kerawanan Pilkada 2020 di Solo Masuk Kategori Sedang

Kerawanan Pilkada 2020 di Solo Masuk Kategori Sedang

Regional
42 ASN Pemprov Jateng Terjangkit Covid-19, Ini Kata Ganjar

42 ASN Pemprov Jateng Terjangkit Covid-19, Ini Kata Ganjar

Regional
Kasus Covid-19 Tinggi, Pemprov Jatim Terima Bantuan 100.000 Tablet Avigan

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemprov Jatim Terima Bantuan 100.000 Tablet Avigan

Regional
Rhoma Irama Menyanyi Saat Pandemi Corona, 500 Orang Wajib Tes Covid-19

Rhoma Irama Menyanyi Saat Pandemi Corona, 500 Orang Wajib Tes Covid-19

Regional
Almarhum Hilmi Aminuddin Positif Corona, Sempat Menolak Berobat, Istri dan Anak Juga Terinfeksi Covid-19

Almarhum Hilmi Aminuddin Positif Corona, Sempat Menolak Berobat, Istri dan Anak Juga Terinfeksi Covid-19

Regional
Ibu Baru Melahirkan Positif Corona, Kamar Operasi RSUD Sinjai Ditutup Sementara

Ibu Baru Melahirkan Positif Corona, Kamar Operasi RSUD Sinjai Ditutup Sementara

Regional
Ridwan Kamil Tantang Insinyur Kembangkan Teknologi 'Touchless' di Ruang Publik

Ridwan Kamil Tantang Insinyur Kembangkan Teknologi "Touchless" di Ruang Publik

Regional
Gubernur Riau Melayat Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Sebut Rama Wahyudi Sebagai Pahlawan

Gubernur Riau Melayat Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Sebut Rama Wahyudi Sebagai Pahlawan

Regional
Alasan Tito Karnavian Sambangi Sumut, Ada 'Rapor Merah' soal Anggaran Pilkada

Alasan Tito Karnavian Sambangi Sumut, Ada "Rapor Merah" soal Anggaran Pilkada

Regional
86 Dokter dan 146 Perawat di Jatim Positif Covid-19, Angka Kematian Tinggi

86 Dokter dan 146 Perawat di Jatim Positif Covid-19, Angka Kematian Tinggi

Regional
Beli Gorengan Bersama Ibu, Bocah 3 Tahun Hanyut di Sungai

Beli Gorengan Bersama Ibu, Bocah 3 Tahun Hanyut di Sungai

Regional
Soal Klaster Unilever, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Besar Lain Gelar Tes PCR Mandiri

Soal Klaster Unilever, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Besar Lain Gelar Tes PCR Mandiri

Regional
Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X