"Kabupaten Bogor Rentan Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba"

Kompas.com - 15/07/2014, 07:53 WIB
KOMPAS.com/ RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor mengagalkan peredaran narkoba jenis ganja sebanyak 200 kg, yang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jakarta dan Bogor, Minggu (13/7/2014).
BOGOR, KOMPAS.com — Diperkirakan 70 persen pelaku penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat adalah pengguna ganja. Kabupaten Bogor disebut rawan menjadi "gudang" ganja.

"Jabar dalam total penyalahgunaan narkoba itu 70 persen adalah peredaran dan penyalahgunaan ganja, terlebih di daerah-daerah terpelosok," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Brigadir Jenderal (Pol) Anang Pratanto, Senin (14/7/2014).

Menurut Anang, ganja adalah narkoba yang mudah didapat dan harganya relatif terjangkau. "Apalagi Jawa Barat merupakan wilayah yang dijadikan sebagai perlintasan maupun penyimpanan peredaran narkoba. Saya pikir, kondisi ini sudah sangat parah," papar dia.

Khusus untuk Kabupaten Bogor, menurut Anang, adalah daerah yang sangat rawan terkait peredaran narkoba karena luasnya wilayah kabupaten ini. "Wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, sangat rentan dijadikan gudang penyimpanan narkoba. Selain banyak industri pabrik, juga dekat dengan ibu kota Jakarta, sehingga sangat sulit untuk dilacak," kata dia.


Untuk mencegah peredaran narkoba khususnya di wilayah Kabupaten Bogor, lanjut Anang, BNN terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk melakukan operasi atau razia ke sejumlah tempat yang disinyalir sebagai simpul peredaran narkoba.

"Kami terus berupaya mencegah peredaran narkoba dengan cara melakukan razia serta memberikan penyuluhan-penyuluhan terhadap bahaya narkoba, mengingat saat ini narkoba sudah menyasar hingga kalangan pelajar," kata Anang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorPalupi Annisa Auliani
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X