BMKG Peringatkan Cuaca Buruk di Selat Sunda

Kompas.com - 12/07/2014, 10:25 WIB
Pemandangan dari mercusuar Anyer, Serang, Banten, Minggu (21/8/2011). Mercusuar setinggi 75 meter ini terletak di Nol Kilimeter Jalan Raya Anyer Panarukan yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels tahun 1885 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Mercusuar masih berfungsi untuk memandu para nahkoda kapal yang melintas Selat Sunda. Di mercusuar ini juga terdapat jejak tsunami letusan Gunung Krakatau 1883. Sebelumnya sudah ada mercusuar tapi hancur dihantam tsunami dan puingnya masih tersisa dekat mercusuar yang ada sekarang. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATPemandangan dari mercusuar Anyer, Serang, Banten, Minggu (21/8/2011). Mercusuar setinggi 75 meter ini terletak di Nol Kilimeter Jalan Raya Anyer Panarukan yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels tahun 1885 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Mercusuar masih berfungsi untuk memandu para nahkoda kapal yang melintas Selat Sunda. Di mercusuar ini juga terdapat jejak tsunami letusan Gunung Krakatau 1883. Sebelumnya sudah ada mercusuar tapi hancur dihantam tsunami dan puingnya masih tersisa dekat mercusuar yang ada sekarang.
EditorPalupi Annisa Auliani

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memperingatkan kemungkinan cuaca buruk di perairan sisi selatan Selat Sunda dan barat Lampung, mulai Sabtu (12/7/2014) hingga Minggu (13/7/2014).

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Agustinus Setyo Nugroho, di Bandarlampung, Sabtu, menyampaikan tinggi gelombang di perairan itu diperkirakan bisa mencapai 2 hingga 3 meter.

Gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan di sisi barat Lampung. Samudra Hindia di barat Lampung bahkan diperkirakan akan menghadapi gelombang setinggi 3 hingga 5 meter.

Menurut Setyo, angin di perairan Selat Sunda bagian selatan akan berkecepatan 5 knot sampai 15 knot, dengan curah hujan tinggi. Gambaran serupa juga diperkirakan terjadi di perairan sisi barat Lampung.

Angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa, pada umumnya akan bertiup dari selatan menuju barat. Adapun di sisi selatan khatulistiwa, angin akan bertiup dari arah tenggara menuju barat daya. Angin di kedua sisi khatulistiwa tersebut diperkirakan berkecepatan 20 knot.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X