LSM: Banyak TPS di Jateng Tak Layani Kaum Difabel dengan Baik

Kompas.com - 10/07/2014, 10:27 WIB
Penyandang disabilitas atau difabel mengikuti Sosialisasi dan Simulasi untuk Pemilih Disabilitas Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/4/2014). Simulasi yang diikuti oleh berbagai penyandang disabilitas itu untuk mensosialisasikan cara dan formulir pencoblosan, terutama bagi mereka yang memerlukan pendamping saat memberikan suara. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPenyandang disabilitas atau difabel mengikuti Sosialisasi dan Simulasi untuk Pemilih Disabilitas Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/4/2014). Simulasi yang diikuti oleh berbagai penyandang disabilitas itu untuk mensosialisasikan cara dan formulir pencoblosan, terutama bagi mereka yang memerlukan pendamping saat memberikan suara. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Jaringan Pemilu Akses bagi Penyandang Disabilitas (Agenda) dan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mencatat beberapa temuan terkait ketidakperhatian petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) terhadap penyandang disabilitas.

Manajer program Agenda, M Afifuddin mengatakan, pada Pemilihan Umum Presiden 9 Juli 2014 kemarin, banyak petugas KPPS yang masih tidak tanggap pada kaum difabel. Untuk itu, dia menuntut agar ke depan ada perhatian khusus dari panitia untuk fokus membantu penyandang disabilitas agar dapat menggunakan hak pilihnya.

Afifudin sendiri bersama sejumlah relawan telah menerjunkan tim pemantau pemilu ke sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyandang disabilitas bisa terlayani dengan baik.

Berdasarkan hasil pantuan relawan, kata dia, mayoritas TPS yang telah disurvei tidak memerdulikan kaum difabel. Selain itu, banyak petugas KPPS yang juga tidak memerhatikan kaum difabel di daerahnya. Survei itu dilakukan di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Grobogan, Cilacap, Kendal, Banyumas dan Sragen.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jawa Tengah, Ronny Hudiprakoso mengatakan, banyak temuan penyelenggara pemilu yang tak berpihak pada penyandang disabilitas. Hal itu antara lain adanya tangga untuk masuk ke TPS dan tingginya meja tempat mencoblos.

“Ada petugas KPPS yang tidak mau membantu penyandang disabilitas yang memang tidak bisa datang sendirian ke TPS. Saya juga melihat TPS yang dijaga sangat ketat. Saya kira, itu terlalu lebay ketika sebuah TPS dijaga aparat setingkat kapten,'' paparnya.

Dia pun mencatat di Kota Semarang, di beberapa daerah yang berdataran tinggi, penyandang disabilitas tidak sepenuhnya terlayani dengan baik.

“Pemilu ini dilakukan agar bisa lebih baik, tapi justru lucu. Apirasi kaum difabel diterima oleh KPU dan Bawaslu kemudian diundang-undangkan dalam aturan, masalahnya kemudian justru tidak ada sosialisasi ke bawah dari KPU pusat hingga KPPS,” ungkap Ronny di Semarang.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Regional
Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X