Tak Mau Dinikahi, Remaja 16 Tahun Diperkosa Sopir Truk

Kompas.com - 07/07/2014, 14:27 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com — Seorang sopir truk berinisial YD (32), warga Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, nekat memerkosa anak berumur 16 tahun. Pasalnya, remaja berinisial SS (16) itu tak mau dinikahi dan orangtuanya juga tak merestui.

YD pun dilaporkan oleh kedua orangtua SS ke Mapolres Malang pada Minggu (6/7/2014).

"Setelah mendapatkan laporan itu, kita langsung mengamankan pelaku. Karena korban (SS) itu sempat beberapa hari dibawa kabur oleh pelaku (YD)," kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, Senin (7/7/2014).

Korban yang merupakan warga Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, itu kenal dengan YD dari tante YD.


"Bude pelaku itu yang mengenalkan korban ke pelaku. Dari situ mulai berkomunikasi korban dengan pelaku," katanya.

Setelah beberapa hari, YD berniat akan menikahi korban. Sementara pelaku sendiri sudah berstatus duda beranak satu. Ia bercerai dengan istrinya setahun yang lalu.

"Setelah akan menikahi korban, korban menyampaikan kepada orangtuanya. Namun, orangtua korban tidak setuju, karena YD adalah seorang sopir truk," kata Wahyu.

Tak terima atas keputusan orangtua korban yang menolak anaknya akan dinikahi oleh YD, akhirnya YD nekat membawa kabur SS ke rumah neneknya di wilayah Kebonagung, Kabupaten Malang.

"Saat dibawa kabur itu, pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim layaknya suami istri. Hal itu dilakukan pelaku sebanyak lima kali," katanya.

Saat itu, orang tua korban mencari keberadaan YD. Namun, tak juga ditemukan.

"Orangtua berkeyakinan dibawa kabur oleh pelaku. Beberapa hari kemudian, korban bersedia pulang karena dibujuk akan segera nikah siri dengan pelaku," ungkap Wahyu.

Setelah korban pulang ke rumah orangtuanya, tanpa pikir panjang, orangtua korban mengajak SS ke Mapolres Malang untuk melaporkan YD. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PA), dengan ancaman penjara minimal 3 tahun maksimal 15 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Regional
Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Regional
Warga Gunungkidul Tewas Tersengat Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus Terbakar

Warga Gunungkidul Tewas Tersengat Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus Terbakar

Regional
Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Regional
BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

Regional
Pasca-rusuh Rutan Kabanjahe, 167 Warga Binaan Dipulangkan

Pasca-rusuh Rutan Kabanjahe, 167 Warga Binaan Dipulangkan

Regional
Cerita Suami Istri Dihadiahi Bemo Senilai Rp 65 Juta dari Bule Jerman

Cerita Suami Istri Dihadiahi Bemo Senilai Rp 65 Juta dari Bule Jerman

Regional
Rumah Produksi Kosmetik Ilegal di Bandung Digerebek, Produknya Dijual Via Shopee

Rumah Produksi Kosmetik Ilegal di Bandung Digerebek, Produknya Dijual Via Shopee

Regional
Kronologi Penemuan Jenazah Kakek di Bali, Hilang 15 Hari dan Isi Perut Hilang

Kronologi Penemuan Jenazah Kakek di Bali, Hilang 15 Hari dan Isi Perut Hilang

Regional
Perampok Rumah Keponakan Bupati Soppeng di Makassar adalah Pacar Temannya

Perampok Rumah Keponakan Bupati Soppeng di Makassar adalah Pacar Temannya

Regional
Jelang PON Papua, Kapolda Klaim Direstui Kapolri Perkuat Pengamanan

Jelang PON Papua, Kapolda Klaim Direstui Kapolri Perkuat Pengamanan

Regional
Virus Corona, Wisatawan ke Tanah Lot Turun Drastis, Kenaikan Tarif Tiket Ditunda?

Virus Corona, Wisatawan ke Tanah Lot Turun Drastis, Kenaikan Tarif Tiket Ditunda?

Regional
Dihantam Gempa Tasikmalaya 4,9 M, Tembok Penahan Ruas Jalan Bandung-Tasikmalaya Longsor

Dihantam Gempa Tasikmalaya 4,9 M, Tembok Penahan Ruas Jalan Bandung-Tasikmalaya Longsor

Regional
Fakta Penjaga Sarang Walet Tewas Ditikam 10 Perampok, Tak Pegang Kunci dan Sakit Asam Urat

Fakta Penjaga Sarang Walet Tewas Ditikam 10 Perampok, Tak Pegang Kunci dan Sakit Asam Urat

Regional
Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di NTB Menurun, tapi...

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di NTB Menurun, tapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X