Kompas.com - 03/07/2014, 12:01 WIB
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com – Kisruh Pemilihan Rektor Universitas Negeri Semarang sampai saat ini masih berlanjut. Pemilihan yang sedianya dijadwalkan pada tanggal 3 Juli 2014 atau dua minggu setelah penyerahan berkas tiga nama ke Kemendikbud beserta visi-misi para calon batal digelar.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unnes, Sucipto Hadi Purnomo mengatakan proses pemilihan saat ini tinggal menunggu persetujuan antara pimpinan Senat Universitas dan Pimpinan Unnes. Untuk saat ini, karena tengah terjadi pergolakan, panitia tidak diberikan kewajibannya menuntaskan surat-menyurat.

“Semua surat-menyurat sekarang ditiadakan. Surat yang mau keluar ditahan dulu, itu perintah langsung dari pimpinan Unnes. Karena memang panitia ada langsung di bawah rektor Unnes,” kata Tjipto yang juga Kepala UPT Humas Unnes ini, Kamis (3/7/2014).

Menurut Tjipto, pemilihan rektor sedianya dilakukan hari ini. Namun, lantaran masih ada persoalan, pihak panitia hanya diminta untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung proses pemilihan rektor oleh senat.

“Yang pasti bahwa Jakarta (Kemendikbud) itu sudah siap kapanpun melakukan pemilihan rektor. Kami sementara ini diminta hanya persiapan untuk menggarap undangan dan mempersiapkan segala sesuatunya,” paparnya.

Persoalan Rektor Unnes pun agaknya mulai mereda. Dikabarkan, salah satu kandidat Rektor, Prof Supriadi Rustad mencabut gugatan pencemaran nama baik secara hukum di Mapolrestabes Semarang, Kamis pagi. Namun, masih ada juga laporan dari perwakilan Badan Pekerja Unnes terhadap prof Supriadi terkait pernyataan palsu.

Ada tiga kandidat yang lolos pada pencalonan tahap 1 adalah Prof Fathur Rokhman, Prof Supriyadi Rustad dan Suwito Eko Pramono. Fathur adalah Rektor Unnes saat ini, sementara Supriyadi adalah Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti Kemendikbud RI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai komposisi pemilihan rektor, pemilihan akan ditentukan oleh senat dan Kemendikbud. Senat yang berjumlah 72 suara diberi hak 65 persen, sementara Menteri Pendidikan diberi hak 35 persen.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.