Cari Ikan Hias di Dasar Laut Pakai Racun, 5 Pria Dibekuk

Kompas.com - 27/06/2014, 14:14 WIB
Nelayan pemakai potasium diamankan di Mapolda Jatim. KOMPAS.com/Achmad FaizalNelayan pemakai potasium diamankan di Mapolda Jatim.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com - Lima ABK Kapal Motor Nelayan Sumber Rejeki yang tengah beroperasi di perairan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dibekuk polisi. Mereka kedapatan menggunakan racun potasium untuk mencari ikan hias di dasar lautan.

Kelimanya yakni, AL, MS HR, RH, dan pemilik kapal SM ditangkap tim patroli polisi di wilayah perairan Takat Mas Situbondo pada 12 Juni lalu sekitar pukul 08.00 WIB.

"Mereka menyemprotkan potasium ke dasar laut yang berpotensi merusak biota laut," kata Kasubbid Penmas, Polda Jatim, AKBP Bambang Cahyo Bawono, Jumat (27/6/2014).

Pelaku, lanjut Bambang, juga menggunakan alat kompresor, agar menyelam lebih dalam, dan lebih lama bertahan dalam air lebih lama.


"Akibatnya penangkapan ikan tidak selektif, banyak ikan kecil ditangkap, dan merusak terumbu karang," ujarnya.

Bambang mengatakan, cara menangkap seperti ini merugikan negara karena biaya pemulihan kerusakan biota laut yang tidak ternilai dan memerlukan waktu sangat lama. Hal ini berdampak pada produktivitas sumber daya ikan yang merugikan nelayan lainnya.

Dalam penangkapan itu, selain mengamankan kapal nelayan dan sejumlah peralatannya, polisi juga mengamankan 495 ekor ikan hias air laut beragam jenis, yang sudah dibungkus dengan plastik, dan siap jual ke pengepul.

"Harganya beragam, bisa Rp 300.000/ekor," tambahnya.

Kelima nelayan tersebut kini diperiksa intensif di Mapolda Jatim, dan terancam hukuman lima tahun penjara, karena dinilai melanggar pasal 84, 85, dan 86 UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X