Kompas.com - 25/06/2014, 17:00 WIB
Sihatul di rawat di RSUD Blambangan di dampingi suaminya Senin (12/05/2014) IRA RACHMAWATI / KOMPAS.COM / BANYUWANGISihatul di rawat di RSUD Blambangan di dampingi suaminya Senin (12/05/2014)
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com
- Kondisi kesehatan Sihatul Alfiyah, tenaga kerja wanita yang sebelumnya koma 8 bulan di Taiwan, sempat menurun saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Banyuwangi.

Pada akhir Mei 2014 lalu, ia sempat mengalami henti jantung sebanyak 3 kali. "Henti jantung dalam satu hari terjadi 3 kali sekitar jam 2 dini hari, jam 5 pagi dan jam 7 pagi. Hal ini disebabkan karena kalium di dalam darah berada di batas normal yaitu 1,9, padahal normalnya berada di angka 3,5 sampai 5,5," ungkap Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Blambangan kepada Kompas.com, Rabu (25/06/2014).

Namun walaupun kondisi Sihatul drop, tim dokter berusaha menyelamatkan ibu beranak satu tersebut dengan memberikan obat-obatan termasuk kejut jantung.

"Saat defisit kalium, kami juga sempat memasang kembali alat bantu pernafasan, namun 6 hari terakhir sudah kami lepas kembali. Keluarga sudah pasrah, tapi kami masih berusaha dan kondisinya kembali membaik. Saat ini sudah kondisi maksimal pasien dan bisa bernafas mandiri. Ada respons kontak mata dengan suami yang setiap hari menunggu Sihatul," jelas dokter Nelly.

Hal senada juga diungkapkan okeh Ketua Tim Dokter RSUD Blambangan Heri Subiakto. Ia mengatakan, pada CT scan ada penyusutan otak dan hambatan pembuluh darah.

"Penyusutan sekitar 10-15 persen dari otak normal dan hal ini mengakibatkan pasien Sihatul mengalami hidrosefalus. Ada penumpukan cairan di kepala karena hambatan pembuluh darah. Untuk menambah nutrisi, kami bantu dengan makanan seperti susu dan buah. Ini fungsinya untuk menaikkan kalium dalam darah," jelasnya.

Selain itu, susu dan buah juga menambah kalori dari 1500 menjadi 2000 kalori. "Akibat kurangnya kalium dalam darah, Sihatul sempat buang air kecil sampai 5 liter per hari," tambahnya.

Ia menekankan dengan kondisi seperti ini, Sihatul dipastikan tidak bisa kembali normal. "Saat ini kami juga memberikan pengertian kepada keluarga Sihatul dan melibatkannya untuk membantu merawat pasien, karena kami berharap nantinya Sihatul bisa dirawat jalan oleh keluarga karena ia masih butuh bantuan orang lain atau hidup vegetatif," tambahnya.

Sihatul berangkat ke Taiwan dan bekerja di peternakan sapi perah di Tainan City. Ia harus mengurus 300 ekor sapi perah seorang diri mulai pukul 03.00 dini hari hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Sihatul sempat dirawat di Liouying Taiwan lalu dipindahkan ke Panti Jompo di Min An Road Distrik Baihe, Kota Tainan. Sempat ditemukan luka benturan di bagian kepala akibat benda tumpul. Setelah 8 bulan koma di Taiwan, akhirnya Sihatul dipulangkan ke tanah air dan dirawat di RSUD Blambangan selama 48 hari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X