Kejati Papua Didesak Tuntaskan Kasus Dana Kampanye Lany Jaya Rp 36 Miliar

Kompas.com - 25/06/2014, 08:45 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAYAPURA, KOMPAS.com  – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lany Jaya, Nius Kogoya mendesak Kejaksaan Tinggi Papua menuntaskan penyelewengan dana pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lany Jaya.

Menurut Nius, seharusnya Kejaksaan Tinggi memeriksa total anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Lany Jaya sebesar Rp 36,4 miliar, yang dianggarkan selama empat tahun, sejak 2010 hingga 2013.

“Tahun 2010 dianggarkan Rp 11,4 miliar, tahun 2011 sebesar Rp 15 miliar dan selanjutnya pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing dianggarkan sebesar Rp 5 miliar. Jadi seharusnya Kejati tidak hanya memeriksa dana sebesar Rp 11,4 miliar yang melibatkan dua pejabat Pemerintah Provinsi Papua, Doren Wakerkwa (DW) dan John Waay (JW),” ungkap Nius yang ditemui di Jayapura, Selasa (24/6/2014) kemarin.

Nius juga menyayangkan penanganan kasus korupsi yang melibatkan Doren Wakerkwa, mantan Sekda Lany Jaya dan mantan pejabat Bupati Lany Jaya, John Waay oleh Kejaksaan Tinggi Papua yang terkesan terlalu lama. Sementara, 9 orang lain yang terlibat sudah menjalani hukuman sejak 2012 lalu.

Hal senada juga diungkapkan, Yan Matuan aktivis antikorupsi asal Lany Jaya yang menuding ada tebang pilih dalam penanganan kasus Lany Jaya. Menurut Yan, seharusnya kedua Pejabat Pemprov Papua harus ditahan seperti 9 orang lain yang terlibat dan saat ini sedang menjalani hukuman.

Ditemui terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, E.S Maruli Hutagalung menampik tudingan ada tebang pilih dalam kasus yang melibatkan dua pejabat Pemprov Papua.

Menurut Maruli, sejak kasus penyelewengan dana di KPU Lany Jaya, diambil alih dari Kejari Wamena awal tahun 2014, sudah mengalami kemajuan dengan penetapan status tahanan kota bagi, Doren Wakerkwa dan John Waay.

“Status tahanan kota diambil dengan pertimbangan surat dari Gubernur Papua, Lukas Enembe yang mengatakan salah satu tersangka sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan pertikaian warga di Mimika. Selain itu, pertimbangan keamanan jelang pemilihan presiden. Jika ada yang tidak puas silahkan menemui saya di Kejati Papua,” ungkap Maruli yang ditemui di ruang kerjanya.

Untuk status tahanan kota, kedua pejabat Pemprov Papua tersebut, menurut Maruli diwajibkan melapor ke Kejati setiap hari Selasa dan sudah disanggupi. Kasus ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan awal Juli mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, John Waay dan Doren Wakerkwa yang kini menjadi pejabat Pemprov Papua, ditetapkan sebagai tahanan kota oleh Kejati, Senin (23/6/2014) kemarin. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Papua, Februari lalu dalam kasus penyelewengan dana KPU Lany Jaya sebesar Rp 11,4 miliar dengan potensi kerugian Negara sebesar Rp 3 miliar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.