Kompas.com - 23/06/2014, 15:24 WIB
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait kejahatan seksual di playgroup St. Monica di Gedung KPAI, Menteng, Jakarta, Selasa (20/5/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubKomisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait kejahatan seksual di playgroup St. Monica di Gedung KPAI, Menteng, Jakarta, Selasa (20/5/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan sikap mendukung langkah Pemkot Surabaya menutup lokalisasi Dolly. Ini untuk melindungi dan mencegah anak-anak sekitar lokalisasi bebas dari pengaruh buruk lingkungan.

"Sebelum Dolly ditutup, free sex (seks bebas) telah menjadi pemandangan biasa. Tugas KPAI adalah memastikan mereka dapat terlindungi pascapenutupan Dolly," kata Komisioner KPAI Susanto kepada Kompas.com, Senin (23/6/2014).

Menurut dia, anak-anak yang hidup di lingkungan tersebut harus mendapatkan hak pendidikan secara optimal. Selain itu, harus dipastikan anak-anak tidak tertular segala bentuk penyakit yang ada di area free sex Dolly.

Susanto mengatakan, bila ada anak yang terduga tertular penyakit harus segera diintervensi. "Harus dibangun sistem perlindungan anak mulai RT, RW agar anak dapat dipastikan tumbuh kembangnya," sambungnya.

Terkait penanganan, Susanto mengatakan, harus dilakukan sistem pencegahan agar anak tidak melakukan free sex, mengingat sebelum Dolly ditutup tindakan tersebut dipandang sebagai hal yang biasa.

"Harus dipastikan pula bahwa anak-anak yang berada di Dolly bebas dari kekerasan, ketakutan akibat pro kontra penutupan Dolly. Anak harus segera dilindungi," pungkasnya.

Lokalisasi Dolly di Surabaya telah ditutup oleh Pemkot Surabaya pada Rabu (18/6/2014). Penutupan salah satu lokalisasi terbesar di Indonesia ini menuai pro dan kontra. Hingga kini ratusan PSK (pekerja seks komersial), mucikari dan masyarakat yang ikut dirugikan karena penutupan lokalisasi tersebut masih terus melakukan aksi protes ke Pemkot Surabaya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X