Tahun Ini, Rekrutmen Calon Prajurit TNI Tak Utamakan Kekuatan Fisik

Kompas.com - 20/06/2014, 22:55 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman KOMPAS.com/Indra AkuntonoKepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Pada perekrutan anggota TNI mendatang, baik untuk calon tamtama, bintara dan perwira, kekuatan fisik tidak lagi menjadi syarat utama untuk lolos sebagai prajurit TNI AD. Syarat utamanya adalah kemampuan intelektual.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman saat memberi pengarahan kepada anggota TNI dan PNS TNI AD di Kodiklat TNI AD, Jumat (20/6/2014). Pernyataan itu pun sempat diungkapkan Budiman di Stadion Siliwangi pada upacara di hari yang sama.

"Rekruitmen dimulai dari tamtama, bintara sampai perwira kemampuan utamanya adalah psikotes dan kemampuan dasar intelektualnya dulu, ditambah masalah kepribadian," kata Budiman.

Jika intelektualnya bagus, kata Budiman, kemudian lanjut ke masalah kesehatan tubuh. Setelah itu, baru pada fisik. "Kalau soal fisik, nanti di Rindam bisa dilatih," tegasnya.

Syarat  kemampuan intelektual, kata Budiman, adalah penting demi mencetak prajurit TNI AD yang handal dan super. Terlebih lagi, ke depan banyak tantangan yang akan dihadapi TNI. 

"Dengan dia (calon prajurit) sehat, prinsiple, kemudian intelektualnya juga bagus, potensinya juga bagus, maka dia akan dibina menjadi orang yang hebat," tegasnya.

Budiman mengimbau kepada para orangtua calon prajurit agar jangan heran jika anaknya mempunyai fisik bagus, tetapi tidak lolos masuk ke lingkaran TNI AD.

"Misalkan, ada orangtua ngeluh, anak saya itu fisiknya bagus, ini itunya bagus, kok enggak diterima. Ya, kalau otaknya ketul ya susah, atau belet, kalau belet banget (anaknya) kan susah juga, susah belajar ini dan belajar itu," tegasnya.

Kendati demikian, lanjut Budiman, kemampuan yang sangat mendasar yang harus dimiliki TNI adalah militansi itu harus tetap dipertahankan.

"Namun, kemampuan yang sangat mendasar, yang kita katakan militansi, kalau bahasa kasarnya 'gendeng dan nekatnya tidak takut mati', itu sebetulnya, sehingga kemampuan berbuat sesuatu yang melebihi dari kemampuan prajurit dari manusia normal itu yang tidak boleh kita kurangi, harus kita pertahankan itu," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.