Kompas.com - 20/06/2014, 09:46 WIB
Pekerja seks menutup wajah mereka dengan koran saat polisi militer melakukan patroli di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014. AFP PHOTO / JUNI KRISWANTOPekerja seks menutup wajah mereka dengan koran saat polisi militer melakukan patroli di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Musik berdentam keras di salah satu tempat hiburan malam di Banyuwangi. Seorang perempuan mengenakan pakaian seksi tampak bergoyang mengikuti irama musik.

"Nunggu pelanggan," ungkapnya. Sari, perempuan berusia 31 tahun itu, mengaku sudah hampir delapan bulan memilih beroperasi di tempat hiburan malam.

"Sebelum di sini saya tinggal di kompleks lokalisasi. Ikut sama mucikari. Tapi sejak ditutup dan sering grebekan sama satpol PP, hidup saya enggak tenang. Akhirnya, saya kos saja dekat sini (menyebutkan nama lingkungan). Kalau malam, baru saya keluar cari pelanggan," kata perempuan yang mengaku berasal dari Lumajang ini.

Sari mengatakan bahwa ia adalah salah satu wanita pekerja seksual yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pada tahun 2013 lalu. Ia memilih kembali menjual diri karena uang bantuan yang ia dapatkan habis untuk membayar utang.

"Sama mami saya yang dulu, saya punya utang banyak. Jadi uang bantuannya buat nutup utang biar bisa keluar dan pindah ke kompleks lokalisasi lain. Eh, sudah pindah ternyata banyak grebekan juga. Pernah saya sampai harus sembunyi di pohon-pohon jati sampai tengah malam agar enggak tertangkap, waktu tempat baru saya digerebek satpol PP. Kapok sih, tapi gimana lagi? Saya butuh uang buat hidup anak saya," ungkap Sari.

Sari bercerita, anaknya ia titipkan pada saudaranya yang tinggal di Jember. "Seminggu sekali saya antar uang buat anak saya. Dia sekarang TK. Saya harus bekerja agar dia bisa sekolah. Ayahnya enggak tau ke mana, katanya sih nikah lagi. Dia meninggalkan saya, waktu anak saya masih umur tiga bulan. Saya bekerja seperti ini karena terpaksa, belum lagi suami saya meninggalkan utang cukup banyak. Rumah kami dipegang rentenir sekarang," keluhnya.

Saat memutuskan untuk kos, Sari mengatakan bahwa ia harus mengeluarkan uang lebih dibandingkan saat tinggal di kawasan lokalisasi. "Kalo kos kan harus bayar uang kos setiap bulan, terus kadang juga harus beli minuman sendiri seperti ini. Tapi saya anti membawa tamu saya ke kamar kos. Saya maunya di hotel," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demi menghindari grebekan, Sari tidak menetap. Ia berpindah-pindah dari satu tempat hiburan ke tempat hiburan lain. "Nggak harus dugem seperti ini kok. Pindah-pindah. Kalau nggak gitu, gampang terdata sama petugas. Di kafe-kafe juga, tetapi biasanya janjian sama yang sudah kenal. Kalau kafe, biasanya saya di wilayah selatan," ujar Sari lagi.

Agar pekerjaannya tidak diketahui oleh tetangga kos, Sari mengaku bekerja sebagai penjaga toko. "Saya pakai baju biasa aja. Dandan sama gantinya nanti di rumah teman," ujarnya.

Untuk menjaga kesehatan, dia masih rajin memeriksakan diri dan meminta pelanggannya menggunakan kondom.

"Istilahnya korekan. Paling lama tiga bulan sekali saya selalu periksa ke puskesmas langganan sejak di kompleks lokalisasi dulu. Saya tau kalau pekerjaan saya ini bisa jadi sumber penyakit. Siapa lagi yang peduli kalau bukan saya sendiri. Saya kerja ya kerja sendiri. Saya sakit ya sakit sendiri. Anak saya sekolah ya saya yang mati-matian kerja seperti ini. Jadi ya saya yang harus melindungi diri saya sendiri," kata dia dengan mata berkaca-kaca.

Sari mengatakan, ia ingin berhenti dari pekerjaan yang sudah ia tekuni selama lima tahun terakhir ini. Namun, dia tidak tahu harus bekerja apa lagi. "Saya janji pada diri saya sendiri, setelah utang dari suami saya lunas, saya mau berhenti. Jadi pembantu pun saya enggak masalah. Sekarang perempuan mana yang mau dan mampu harus tidur dengan laki-laki yang berbeda setiap hari kalau bukan untuk bertahan hidup seperti saya," kata Sari.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.