Kompas.com - 19/06/2014, 22:40 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

PAREPARE, KOMPAS.com - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan resah, rapel gaji mereka untuk priode Januari hingga Juni akan dibayarkan pada Juli mendatang, terancam terpotong.

Pemotongan itu menyusul adanya temuan dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu terkait adanya indikasi penyimpangan dalam penyaluran Tunjangan Kesejahteraan Pegawai (TKP) atau yang lebih dikenal dengan Tunjangan Hari Raya (THR).

Pembagian THR tahun 2013 yang penandatanganannya oleh PNS dilakukan pada tahun 2012 senilai Rp 2.3 miliar tersebut, terindikasi tidak memiliki dasar hukum. Imbasnya, PNS harus mengembalikan dana THR yang telah diterima tersebut jika tidak ingin ikut menanggung konsekwensi hukum atas dugaan penyimpangan itu.

Sejumlah PNS yang minta namanya tidak ditulis mengaku berat atas pemotongan itu yang berkisar Rp 400.000 hingga jutaan rupiah sesuai dengan THR yang diterima mereka pada waktu itu. Padahal. Mereka terima hanya ikut perintah atasan menandatangani slip penerimaan dana THR.

"Kami kan tidak tahu apa-apa. Dibilang kami terima THR tahun lalu, kami senang. Tapi ketika akhirnya harus dikembalikan, jelas memberatkan kami," kata salah seorang PNS Parepare pada Kompas.com, Kamis (19/6/2014) siang tadi.

Secara terpisah, Wali kota Parepare HM Taufan Pawe mengakui pihaknya telah menerima informasi terkait temuan hasil LPH BPK tentang pelanggaran pembayaran THR PNS.

"Pencairan dana THR tersebut dilakukan oleh pemerintahan priode sebelum saya. Jelasnya, saya juga tidak ingin PNS dikorbankan karena masalah ini. Mereka kan tidak tahu apa-apa," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait rencana pemotongan dari rapel gaji PNS, Taufan mengaku masih masih membahasnya. Namun dia menilai, pemotongan rapel untuk pengembalian THR ilegal itu jelas sangat merugikan PNS.

"Iya, kalau yang gajinya sekelas eselon. Bagaimana dengan PNS golongan rendah? Itu tentu sangat berat. Tapi kami masih memikirkan cara untuk mencari jalan menyelesaikan masalah ini," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X