Kompas.com - 19/06/2014, 19:37 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketika beberapa lokasi di Yogyakarta diguncang intoleransi, kondisi lokasi prostitusi Pasar Kembang (Sarkem) berbanding terbalik. Toleransi antar-warga sangat terjaga, perbedaan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) tidak menghalangi hubungan harmonis antarwarga.

"Di sini (Sosrowijayankulon) ada 162 KK, sedangkan mbak-mbak (PSK) yang tidur di sini ada 90-an," jelas Sarjono (63), Ketua RW 03, saat ditemui Kompas.com di Sosrowijayankulon, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Kamis (19/6/2014).

Sarjono menuturkan, PSK yang ada di Sarkem kebanyakan berasal dari daerah Jepara, Jawa Tengah dan beberapa daerah di Jawa Barat. Total PSK yang mencari nafkah di Sarkem ini sebanyak 260.

Meski sering kali dicap sebagai tempat yang negatif, hubungan antarwarga termasuk para PSK di daerah ini terbilang rukun. Apa pun latar belakangnya, apa pun agamanya dan sukunya semua berbaur tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain.

"Kalau ada acara mujahadahan semua warga bahkan mbak-mbaknya (PSK) ikut. Lalu warga yang non-Muslim membantu, misalnya menyiapkan konsumsi," katanya.

Sebaliknya, kata Sarjono, jika ada warga non-Muslim seperti Kristiani menggelar doa, warga yang lainnya juga terlibat membantu.

"Misalnya ada layatan (lelayu), warga dan mbak-mbak (PSK) juga datang melayat. Tidak melihat siapa yang meninggal," jelasnya.

Kehidupan yang harmonis dan toleransi antarwarga di Sarkem, menurut Sarjono, sudah menjadi tradisi yang sejak dulu dan sampai saat ini terus dilestarikan.

Sementara itu, salah satu PSK di Sarkem, Santi, mengaku nyaman mencari nafkah kawasan ini. Warga ramah dan mau mengerti kondisi psikologis para PSK sehingga keharmonisan terjaga.

Apalagi, ketika hari besar, misalnya 17 Agustus, semua warga dan PSK bergabung memeriahkan acara. Ada yang mengisi acara, ada yang menyumbang dana, dan ada pula yang bantu memasak.

"Kalau ada acara, ya semua terlibat, tidak melihat warga atau PSK," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.