Kompas.com - 19/06/2014, 19:29 WIB
Papan nama Jalan Pasar Kembang di ujung Jalan Malioboro, Yogyakarta. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTOPapan nama Jalan Pasar Kembang di ujung Jalan Malioboro, Yogyakarta.
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Warga Sarkem secara tegas menolak kedatangan pekerja seks komersial (PSK) dari Dolly, Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, sebelum hari pelaksanaan penutupan lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara itu, warga sudah menggelar rapat membahas langkah antisipasi eksodus dari Dolly.

"Warga dan mbak-mbak (PSK Sarkem) sudah sepakat tidak menerima dari Dolly," ujar Sarjono (63), Ketua RW 03, di Sosrowijayankulon Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Kamis (19/6/2014).

Sarjono mengungkapkan, saat ini, total ada 260 pekerja seks komersial (PSK) yang ada di Sarkem. Namun, yang tinggal di dalam hanya 90 orang saja sedangkan sisanya kontrak atau kos di luar Sarkem.

Mengantisipasi adanya imbas dari penutupan lokalisasi Dolly ke sarkem, warga bersama dengan pemilik losmen serta PSK telah dua kali mengelar rapat. Dalam rapat itu semua sepakat tidak menerima dari Dolly.

"Tanggal 4 sama sore tadi kami rapat, intinya jangan sampai ada yang baru atau menerima pindahan dari Dolly," tegasnya.

Selain kesepakatan itu, secara rutin, akan dilakukan monitoring sekaligus pendataan jumlah PSK yang ada disarkem. Sehingga jumlahnya dapat diawasi, jangan sampai ada penambahan.

"Yang sudah ya sudah, jangan bertambah. Kalau bisa malah turun jumlah mbak-mbaknya (PSKnya)," ucapnya.

Dia menuturkan, pada tahun 2005, PSK yang ada di Sarkem mencapai 500 orang. Tetapi seiring berjalannya waktu jumlahnya terus berkurang sampai saat ini 260 PSK.

"Setiap tahun jumlahnya turun. Mereka pulang dan tidak kembali lagi," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.