Risma: Tolong Beri Kesempatan Warga Dolly Memilih, Jangan Diintimidasi

Kompas.com - 19/06/2014, 11:23 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai kosultasi soal pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2014). Warta Kota/Henry LopulalanWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai kosultasi soal pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2014).
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, perlawanan atas kebijakan penutupan lokalisasi prostitusi tidak murni berasal dari pekerja Dolly. Menurut Risma, ada kelompok yang mengintimidasi para pekerja dan sejumlah warga agar bergabung menolak penutupan Dolly.

Karena ada tekanan yang cukup besar itulah, lanjut Risma, para pekerja dan warga sekitar akhirnya terpaksa ikut menentang penutupan. Risma meminta agar para pekerja dan warga diberi kesempatan untuk memilih, tanpa ada yang memaksa.

"Tolonglah, beri warga Dolly untuk memilih, jangan terus diintimidasi," kata Wali Kota perempuan pertama Surabaya ini seusai deklarasi penutupan Dolly, Rabu (18/6/2014).

Mereka yang mengintimidasi adalah orang luar yang mengatasnamakan warga Dolly.

"Kalau berbicara HAM, mana yang mengintimidasi, siapa yang melanggar HAM. Karena itu, tolong warga beri kesempatan memilih," tambahnya.

Penutupan Dolly, lanjut Risma, memang bukan hal yang mudah. Namun, itu pun bukan berarti sulit. Risma mencontohkan para pelaku prostitusi dan warga di beberapa lokalisasi pelacuran yang sudah ditutup, seperti di Bangunsari. Saat ini, mereka hidup lebih sejahtera dengan usaha mereka yang baru.

Risma yakin, meskipun ada aksi penolakan dengan membakar undangan pencairan kompensasi, proses pencairan kompensasi hari ini akan berjalan lancar.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X