Bantu Ratusan Pesantren, Wali Kota Tasik Bantah terkait Pilpres

Kompas.com - 17/06/2014, 21:35 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com -- Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman memberikan bantuan uang tunai ke ratusan pimpinan pondok pesantren di masa kampanye Pilpres, Selasa (17/6/2014). Bantuan itu diserahkan langsung setelah melakukan pertemuan dengan pengurus pesantren. Setiap pesantren mendapatkan uang tunai Rp 6 juta.

"Bantuan ini tidak kaitannya dengan kepentingan politik atau apa pun. Ini murni untuk membantu lembaga pesantren. Bukan kepentingan apapun," jelas Budi yang juga Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, sekaligus tim pemenangan capres nomor satu Prabowo-Hatta di lokasi acara.

Budi mengatakan, bantuan ini baru bisa dicairkan saat ini setelah pengurus pesantren mengajukan proposal setahun sebelumnya. Dia membantah bahwa pemberian bantuan ini ada kaitannya dengan kampanye capres yang didukungnya, Prabowo Subianto.

"Pencairan bantuan ini melalui bantuan proposal sebelumnya. Baru bisa dicairkan ke penerima sekarang," kata Budi.

Pemerintah setempat memberikan bantuan kepada seluruh pesantren di Tasikmalaya sebanyak 332 lembaga yang tercatat sebelumnya. Budi mengaku total bantuan yang dicairkan mencapai sekitar 1,6 miliar. Bantuan yang berasal dari APBD murni tahun 2014 ini pun rencananya akan dijadikan sebagai program pemerintah ke depan. Tujuannya membantu pesantren dalam biaya operasional sehari-hari.

"Memang baru pertama dicairkan dan dibagikan pada tahun ini, tapi rencananya akan ada bantuan seperti ini tiap tahunnya nanti," tambah Budi.

Sementara itu, salah seorang pimpinan pondok pesantren salah satu penerima bantuan, Mahfud mengaku pihak pesantren tak pernah mengajukan proposal apa pun untuk mendapatkan bantuan uang tunai ini. Menurut Mahfud, selain uang tunai, pemerintah juga akan memberikan bantuan perangkat sound system.

"Enggak ada pengajuan, ini murni pemberian pemerintah. Baru uang tunai, kalau sound system belum dibagikan," kata Mahfud, salah seorang pimpinan pesantren di lokasi acara.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X