Akui Pilih Prabowo, Wali Kota Ini Bantah Bikin "Kampanye Hitam" Soal Jokowi

Kompas.com - 15/06/2014, 14:46 WIB
Selebaran yang berisikan alasan memilih Prabowo-Hatta beredar saat acara sosialisasi perwali tentang tata cara pungutan pajak bumi dan bangunan di aula pola kantor wali kota Kendari. Selebaran itu diedarkan saat wali kota Kendari memaparkan peraturan walikota tentang pajak. KOMPAS. COM/ Kiki Andi PatiSelebaran yang berisikan alasan memilih Prabowo-Hatta beredar saat acara sosialisasi perwali tentang tata cara pungutan pajak bumi dan bangunan di aula pola kantor wali kota Kendari. Selebaran itu diedarkan saat wali kota Kendari memaparkan peraturan walikota tentang pajak.
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDARI, KOMPAS.com -  Wali Kota Kendari Asrun, membantah telah mengampanyekan calon Presiden Prabowo dan mengumandangkan kampanye “hitam” kepada Joko Widodo di hadapan ratusan ketua RT/RW di aula pola kantor Wali kota Kendari.

Asrun berkilah hanya bermaksud menjelaskan, positif negatifnya kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berdasarkan fakta-fakta yang ada. “Bukan kampanye hitam. Itu sesuai dengan fakta-fakta yang ada, jangan sampai masyarakat terkooptasi oleh pencitraan yang lebay (melebih-lebihkan),” kata Asrun, Minggu (15/6/2014).

“Saya tidak ingin masyarakat terkooptasi atau terkotak-kotak, sehingga perlu saya jelaskan kedua pesangan persiden dan wakil presiden. Namun saya menyampaikan, saya ada di pihak nomor urut 1, tetapi terserah masyarakat mereka mau pilih mana,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan ketua RT/RW di lima Kecamatan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengikuti acara sosialisasi tentang tata cara pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di ruang pola kantor Wali Kota Kendari, Jumat (13/6/2014).

Namun, saat Wali kota Kendari memaparkan materinya, berlangsung pembagian selebaran berisikan 10 poin alasan memilih Prabowo-Hatta. Selebaran sebanyak dua lembar kertas itu tidak berstempel atau ditandatangani.

Namun menurut salah seorang pejabat RT di Rahandouna, Kecamatan Poasia, saat pembagian selebaran, para peserta pertemuan dilarang merekam dan mengambil gambar.

Salah seorang ketua RT yang tidak terima dengan kondisi itu langsung melontarkan protes dan mempertanyakan tujuan dari pembagian selebaran tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu diserukannya saat Wali kota tengah menyampaikan pandangan tentang capres dan cawapres Prabowo-Hatta. “Saya langsung interupsi, maaf pak Wali, undangannya sosialisasi, kenapa bisa jadi kampanye seperti ini,” kata Ahmad salah seorang Ketua RT, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Setelah mendapat protes dari salah seorang peserta, acara sosialisasi yang dihadiri sejumlah pejabat Kota Kendari akhirnya dihentikan.

Di dalam selebaran tersebut terdapat uraian tentang kelebihan capres Prabowo-Hatta. Namun pada poin 9 dan 10 menyudutkan pasangan capres Jokowi dan Jusuf Kalla. Butir 9 berbunyi: “Kapasitas Jokowi belum terbukti secara nasional, untuk Jakarta saja belum ada karya nyata. Bahkan terkesan kutu loncat, gubernur hanya sebagai pijakan saja untuk menjadi calon presiden.”

Di butir 10 disebutkan: “Sesungguhnya saya tidak rela/ridho kalau JK jadi wakilnya Jokowi,”.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.