Transaksi Seks Marak di Taman Kota, Wakil Wali Kota Balikpapan Gemas

Kompas.com - 12/06/2014, 21:16 WIB
Taman Bekapai di Balikpapan, Kalimantan Timur ini adalah salah satu ruang publik yang menarik bagi warga, Kamis (25/10/2012). 

KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYATaman Bekapai di Balikpapan, Kalimantan Timur ini adalah salah satu ruang publik yang menarik bagi warga, Kamis (25/10/2012).
|
EditorCaroline Damanik

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Taman Bekapai di jantung kota Jalan Jenderal Soedirman, Balikpapan, Kalimantan Timur, kerap menjadi tempat transaksi seks liar. Wakil Walikota Balikpapan, Heru Bambang, mengungkapkan pemerintah akan membersihkan praktik transaksi seks liar dari taman ini.

Heru menduga kegiatan melibatkan kaum homoseksual maupun pekerja seks liar pada tiap malam hingga subuh.

"Di taman ini bisa ditemui 'orang-orang gagah dan ganteng' (waria)," kata Heru di kantornya, Kamis (12/6/2014).

Transaksi liar di Taman Bekapai sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Untuk memulai penataan, pemerintah memulai dengan merapikan taman, memangkas dahan hingga memotong habis beberapa pohon besar yang dirasa membuat suasana jadi remang-remang.

"Kita buat (taman) lebih terang. Saya amati, tidak ada taman lain yang rimbun dan gelap. Harapan kita taman-taman yang ada bisa digunakan sebagaimana mestinya," kata Heru.

Taman Bekapai adalah salah satu ruang publik yang diminati keluarga-keluarga di Balikpapan. Taman ini dibangun beberapa perusahaan minyak dan gas yang berkantor di Balikpapan pada 1998.

Luasnya tak lebih dari lapangan sepak bola, dipercantik kolam dengan air mancur, jalur pijat refleksi, tempat duduk, dan parkir luas. Taman ini berada di tengah kota, dikeliling perkantoran pemerintah, bersebelahan dengan kantor polisi, hotel berbintang, bahkan pusat belanja.

Taman sengaja dibangun begitu rimbun dengan setidaknya 75 jenis tumbuhan ada di sana, seperti tumbuhan peneduh glodokan, trembesi, beringin, akasia, beberapa jenis pinang, dan tumbuhan beruas.

"Pohon sawit tumbuh disitu. Seharusnya tidak cocok sawit. Pohon seperti ini akan saya ganti," kata Heru.

Suasana taman terasa rimbun dan sangat sejuk. Bahkan pada siang terik, taman ini jadi pilihan berteduh yang nyaman. Namun sayang, pada malam hari kerap aktivitas taman berubah saat dipenuhi beberapa kelompok orang. Pemerintah semula menyerahkan pengawasan taman pada kelurahan, Babinkamtibmas, dan Polmas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Etek Lawu, Komunitas Pegadang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Etek Lawu, Komunitas Pegadang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Regional
Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X