Penantian Panjang Keluarga TKW Satinah Ternyata Belum Usai

Kompas.com - 11/06/2014, 16:14 WIB
Satinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, ketika bersama kakaknya, Paeri (43) dan anaknya, Nur Afriana (20) yang berkunjung ke penjara Buraidah. ARSIP KELUARGASatinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, ketika bersama kakaknya, Paeri (43) dan anaknya, Nur Afriana (20) yang berkunjung ke penjara Buraidah.
|
EditorGlori K. Wadrianto
UNGARAN, KOMPAS.com - Apa kabar Satinah? Awal april 2014 lalu TKW asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang itu lolos dari hukuman pancung. Ini terjadi setelah misi Pemerintah RI bersedia membayar uang tebusan sebesar Rp 21 miliar kepada keluarga mantan majikan Satinah, Nura Al Gharib.

Publik pasti membayangkan Satinah saat ini sudah berkumpul dengan keluarganya di Dusun Mrunten, Desa Kalisidi. Namun, saat ditanyakan kabar Satinah kepada keluarganya, mereka mengaku belum mendapatkan kepastian kapan Satinah akan dipulangkan oleh Pemerintah Arab Saudi ke Indonesia.

"Belum ada kabar. Kami juga tidak tahu kapan pulangnya," kata Sulastri, kakak ipar Satinah, ketika dihubungi, Rabu (11/6/2014) siang.

Anak semata wayang Satinah, Nur Afriana (20) mengaku sudah menanyakan kelanjutan nasib ibunya ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Namun lagi-lagi, tidak ada jawaban yang pasti sehingga ia dan keluarganya hanya pasrah menunggu kabar.

"Sudah saya tanyakan, tapi belum ada yang pasti. saya dan keluarga menunggu saja," ujar Nur.

Meskipun ia yakin sebentar lagi pulang, Nur tak bisa menutupi kekhawatirannya. Sebab, hampir dua bulan sejak diberitakan lolos dari hukuman pancung, Satinah tak pernah memberi kabar. "Sudah dua bulan ini tidak ada kabar. Tapi saya yakin sebentar lagi ibu pulang," imbuhnya.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, ada perubahan sikap keluarga Satinah terhadap media sejak masalahnya kembali mencuat dan menjadi isu nasional. Kini keluarga Satinah tergolong pelit bicara.

Kepada awak media mereka mewanti-wanti agar pemberitaan mengenai nasib Satinah tidak dipelintir, sehingga menimbulkan persepsi yang salah bagi pihak lain. "Pak SBY sudah melakukan yang terbaik buat ibu," kata Nur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X