Wali Kota Makassar Kejutkan Semua Pejabatnya dengan Tes Urine Sebelum Rapat

Kompas.com - 09/06/2014, 13:20 WIB
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto 
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JRWali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan wakilnya, Syamsu Rizal, beserta 800 pejabat di jajarannya menjalani tes urine di Ruang Pola, kantor Balaikota Makassar, Jl Ahmad Yani, Senin (9/6/2014). Tes ini digelar tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Awalnya, semua pimpinan SKPD di jajaran Pemkot Makassar diundang untuk menghadiri rapat terkait program "Makassar'ta Tidak Rantasa". Sebelum rapat dimulai, Syamsu mengecek kehadiran semua pejabat, termasuk semua lurah yang ada di Kota Makassar.

"Jadi karena semua sudah berkumpul di sini, selanjutnya kita tes urine dulu," ujar Wali Kota yang akrab dipanggil Danny itu di hadapan semua kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, serta camat dan lurah di lingkup Pemkot Makassar.

Selama proses pemeriksaan urine berlangsung, sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlihat berjaga-jaga di semua pintu keluar yang ada di gedung Balaikota. Proses pemeriksaan urine ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 Wita.

Satu per satu pejabat mengisi formulir kemudian secara bergiliran memasuki kamar kecil untuk mengisi botol urine yang sudah disiapkan petugas BNN.

"Kami diperintahkan untuk melarang dulu semua pejabat untuk keluar dari area gedung Balaikota selama proses pemeriksaan urine berlangsung," ujar salah satu personel Satpol PP yang tengah berjaga-jaga.

Menurut Danny, pemeriksaan urine ini dilakukan terkait adanya informasi adanya jaringan narkoba di Pemkot Makassar.

Selain itu, sebelumnya Lurah Tamangapa, Syarifuddin (35), ditangkap oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar.

"Kebetulan juga ada kejadian sebelumnya yang mendahului ini di mana ditemukan adanya informasi bahwa ada jaringan narkoba di Pemkot ini, makanya ini yang ingin kita telusuri. Apalagi, sebelumnya Lurah Tamangapa ditangkap narkoba oleh polisi," ujar Danny Pomanto. 

Danny menambahkan, dalam pemeriksaan urine ini, pihaknya bekerja sama dengan BNN Provinsi Sulsel dan aparat kepolisian.

"Kita ingin memulai dari diri kita sendiri dulu, baru ke masyarakat. Bagaimana bisa membuat masyarakat bisa bergerak, sementara diri kita sendiri bermasalah. Apa pun hasilnya, kita pasti terbuka. Undang-undang jelas sekali mengatur kalau terbukti narkoba, jabatannya pasti akan dilepas. Dan jika hukumannya di atas empat tahun, maka harus berhenti sebagai PNS," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X