Kompas.com - 06/06/2014, 16:56 WIB
Ratusan mahasiswa Universitas Bengkulu menggelar unjuk rasa menuntut Uang Kuliah Tunggal (UKT) dikaji ulang kompas.com/FirmansyahRatusan mahasiswa Universitas Bengkulu menggelar unjuk rasa menuntut Uang Kuliah Tunggal (UKT) dikaji ulang
|
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa Universitas Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa dan dengar pendapat dengan rektor meminta agar sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dikaji ulang. Selain itu para mahasiswa yang berasal dari seluruh fakultas meminta penggunaan UKT dapat dilakukan secara transparan.

Uang Kuliah Tunggal merupakan biaya yang dibayarkan satu kali per semester, digunakan untuk akademik reguler, seperti SPP, praktikum, dan sebagainya. besarannya pun beragam mulai dari Rp 750 ribu hingga Rp 3,9 juta per orang tergantung penghasilan kedua orang tua mahasiswa.

"Pembayaran UKT berdasarkan penghasilan orang tua dinilai kurang tepat mengingat meski gaji orang tua besar bagaimana dengan anak-anak mereka yang banyak ini kan sama saja memberatkan," ungkap salah satu mahasiswa, Lia, Jumat (6/6/2014).

Selain itu, mereka juga mengeluhkan sarana dan prasarana yang kurang memadai dan bahkan banyak yang rusak parah. Keluhan tersebut ditanggapi positif Rektor Universitas Bengkulu, Dr. Rudwan Nurrazi.

Rektor menjanjikan terkait penolakan UKT ia perlu melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan para rektor perguruan tinggi di Indonesia mengupayakan agar sistem pembayaran dikembalikan pada sistem sebelumnya, seperti diminta para mahasiswa.

Selain itu, dia juga meminta perwakilan mahasiswa diminta untuk berkonsolidasi dengan seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di seluruh Indonesia untuk menyatakan menolak terhadap pengadaan UKT.

Ketiga, fasilitas kampus kurang memadai dan rusak akan segera ditindak lanjuti pihak Universitas dengan menambah fasiltas yang kurang serta mengadakan perbaikan terhadap sarana yang rusak.

"Mengenai tranparansi dana UKT, kami persilakan perwakilan dari mahasiswa mencari informasinya dengan menghubungi bagian perencanaan keuangan," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.