Kompas.com - 03/06/2014, 18:09 WIB
Makaryo saat jumpa pers di kantor LBH Yogyakarta KOMPAS.com/Wijaya kusumaMakaryo saat jumpa pers di kantor LBH Yogyakarta
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Antikekerasan Yogyakarta (Makaryo) akan melaporkan tiga Bupati ke Komnas HAM RI. Pelaporan ini, terkait pengabaian kewajiban menghormati dan melindungi hak asasi manusia di beberapa wilayah di DIY.

Kordinator umum Makaryo, Beny Susanto mengatakan berdasarkan catatan Makaryo, sejak 1996 hingga November 2013 terjadi 17 kasus kekerasan di DIY. Fakta itu sebenarnya sudah disampaikan ke pemda. Lalu berbagai lembaga mendeklarasikan Yogya darurat Kekerasan.

"Ternyata peryataan deklarasi itu tidak banyak berpengaruh terhadap penegakan hukum dan pemenuhan hak asasi manusia di DIY," jelas Beny di kantor LBH Yogyakarta, Selasa (3/6/2014) siang.

Beny menuturkan, memasuki tahun 2014 terjadi lagi tindak kekerasan di Kabupaten Bantul dengan pembubaran pertemuan kelompok Syiah. Di Kabupaten Gunungkidul terjadi aksi intoleran dengan penolakan dan ancaman sekelompok orang terhadap kegiatan paskah Adiyuswa Gereja Kristen Jawa (GKJ) se- Jawa.

Lalu pada akhir Mei 2014 di Kabupaten Sleman terjadi dua aksi intoleransi, yang terparah tindakan itu disertai penganiayaan dan perusakan. "Lagi-lagi kelompok intoleran tersebut tidak mendapat sanksi apapun dari pihak pemda dan kepolisian," katanya.

Terkait rentetan peristiwa itu, Makaryo akan segera mengirimkan surat ke Komnas HAM melaporkan tiga bupati, yakni Bupati Bantul, Sleman dan Gunungkidul karena mengabaikan kewajiban menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia. Terutama ketika ekskalasi tindak kekerasan semakin meningkat di DIY.

"Kita juga laporkan Kapolda DIY ke Kompolnas. Merekomendasikan Kapolri untuk mengganti Kapolda DIY karena gagal menjalankan amanat konstitusi, selain itu banyak kasus pelanggaran yang tidak selesai," tandas Benny.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gagalnya penegakan hukum ini, menurutnya, akan semakin memperbesar potensi tindak kekerasan di berbagai wilayah DIY. "Kami juga mendesak pemerintah dan penegak hukum untuk mengambil tindakan preventif terhadap gejala kekerasan. Selain itu, pelaku-pelaku dan kelompok kekerasan harus ditindak tegas," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.