Kompas.com - 27/05/2014, 17:01 WIB
Sihatul di rawat di RSUD Blambangan di dampingi suaminya Senin (12/05/2014) IRA RACHMAWATI / KOMPAS.COM / BANYUWANGISihatul di rawat di RSUD Blambangan di dampingi suaminya Senin (12/05/2014)
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Sihatul Alfiyah (25), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, yang koma di Taiwan selama 8 bulan, sering diperdengarkan lagu-lagu dangdut milik Rhoma Irama.

Hal itu merupakan sebagian terapi yang digunakan oleh tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

"Kami sempat tanya ke suami Sihatul, lagu-lagu apa yang disukai olehnya, ternyata pasien suka lagu-lagu dangdut, terutama lagunya Rhoma Irama yang judunya 'Syahdu'. (Kami) memutar lagu-lagu kesukaan Sihatul untuk membantu Sihatul agar cepat merespons, apalagi dia juga menggerak-gerakkan tangannya," ujar dokter Taufik, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah.

Selain itu, dokter Taufik juga meminta doa-doa dari beberapa kiai dan juga alim ulama agar kesehatan Sihatul membaik.

"Selain secara medis, kami juga meminta doa dari kiai dan ada beberapa yang mengadakan istigasah khusus untuk mendoakan kesehatan Sihatul. Salah satu bentuk ikhtiar. Bukan dukun lho ya. Bukan supranatural, tapi doa dari kiai," ujarnya.

Namun, dokter Taufik menolak saat ditanya berapa jumlah kiai yang membantu secara khusus.

"Adalah beberapa orang yang kami minta doanya. Kiai-nya masih di sekitar Banyuwangi saja kok," tuturnya.

Sementara itu, untuk biaya selama Sihatul di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, dokter Taufik menolak membeberkannya.

"Yang terpenting bagi kami adalah kesehatan Sihatul lebih baik. Untuk dana dan biaya itu bisa dibicarakan nanti, termasuk menyediakan semua obat yang dibutuhkan. Jika tidak ada, kami akan membeli dari luar Banyuwangi. Tapi, semuanya masih terkendali," ujarnya.

Rencananya, tim dokter yang merawat Sihatul berencana untuk memaparkan kondisi kesehatan Sihatul serta beberapa urusan administrasi ke Bupati Banyuwangi pada minggu depan.

"Semoga nanti ada pembicaran bagaimana Sihatul ke depannya," pungkasnya.

Sihatul Alfiyah (25), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, yang koma di Taiwan selama 8 bulan, pulang ke Banyuwangi sejak Rabu (7/5/2014). Sebelumnya, Sihatul berangkat ke Taiwan dan bekerja di peternakan sapi perah di Tainan City.

Ia harus mengurus 300 ekor sapi perah seorang diri mulai pukul 03.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat. Sihatul sempat dirawat di Chi Mei Medical Center di Liouying Taiwan, lalu dipindahkan ke panti jompo di Min An Road Distrik Baihe, Kota Tainan.

Dari pemeriksaan kesehatan, sempat ditemukan luka benturan di bagian kepala Sihatul akibat benda tumpul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X