Jokowi Dorong Industrialisasi di Kalimantan Selatan

Kompas.com - 26/05/2014, 08:25 WIB
Calon Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Banjarmasin, Minggu (25/5/2014). Kompas.com/ Fabian Januarius KuadoCalon Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Banjarmasin, Minggu (25/5/2014).
|
EditorKistyarini

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Bakal calon presiden Joko Widodo menyayangkan banyaknya potensi tambang dan pertanian yang tidak tergarap dengan baik oleh pemerintah pusat di Kalimantan Selatan. Dia pun mengungkapkan strategi untuk mendorong industrialisasi di daerah tersebut.

Saat berkunjung ke kantor Banjarmasin Pos, Minggu (25/5/2014), Jokowi bercerita dia pernah mengunjungi Kalsel sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dia melihat daerah itu memiliki potensi hasil yang besar, semisal batu bara, bauksit, batu mulia, kelapa sawit dan karet.

"Saya kira ini persoalannya. Kita tidak berani industrialisasi. Kalau bahan-bahan itu turun menjadi produk setengah jadi atau jadi, pasti nilai tambahnya jauh lebih besar," ujar Jokowi.

"Contohnya bauksit, kalau diturunkan menjadi aluminium bisa belasan kali lipat harganya. Belum lagi diturunkan jadi barang jadi lainnya bisa beratus kali lipat harganya," sambungnya.

Dia mencontohkan lagi salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan penghasil kedelai yang kualitasnya bagus. Seharusnya, lanjut Jokowi, pemerintah langsung melihat potensi itu dan menginventarisasikannya ke dalam potensi pertanian dan bisa menjadi lumbung bagi daerah lain.

"Kalau fokus, negara ini mudah sekali. Karena kita enggak pernah fokus, banyak yang lepas dan akhirnya impor. Masak kita impir beras, kedelai, ikan. Impor kok ya ikan. Semuanya ini bisa dihentikan,swasembada pangan," ujarnya.

Di satu sisi, Jokowi mengakui bahwa untuk merangsang industrialisasi, membutuhkan iklim usaha yang sehat. Oleh sebab itu, harus ada kebutuhan utama pengusaha, yakni modal atau insentif. Dengan demikian, pelaku usaha itu tetap bergairah melakukan industrialisasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kebijakan tersebut telah berjalan dengan stabil, lanjut Jokowi, pemerintah tinggal melaksanakan fungsi kontrol yang ketat atas pelaksanaan industri. Fungsi kontrol dapat dilakukan, baik kementerian atau gubernur, wali kota hingga ke tingkatan bupati.

"Kita harus masuk ke proses transisi, lalu kita targeti jenis industri apa yang potensi digali di negara kita. Indonesia akan melompat," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.