Kompleks Pelacuran Ditutup, PSK Jajakan Diri via Media Sosial

Kompas.com - 22/05/2014, 15:07 WIB
Sebanyak 52 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti pelatihan keterampilan dan wirausaha gelombang kedua di Banyuwangi, Kamis (29/8/2013). KOMPAS.com/ IRA RACHMAWATISebanyak 52 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti pelatihan keterampilan dan wirausaha gelombang kedua di Banyuwangi, Kamis (29/8/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Pasca-penutupan tempat lokalisasi di Kabupaten Banyuwangi, praktik prostitusi secara terselubung semakin marak dengan munculnya beberapa hotspot baru. Para bekas pekerja seks komersial itu pun mulai menjajakan diri melalu jejaring sosial, yang sulit dipantau.

"Pemetaan kami lakukan untuk mendeteksi munculnya hotspot, dan terhitung ada sedikitnya 11 hotspot yang muncul yang diindikasikan imbas dari ditutupnya tempat lokalisasi di Banyuwangi. Namun, jumlah tersebut masih belum kami kumulatifkan," ujar Tunggul Haryanto, Manager Program LSM Kelompok Bina Sehat, Kamis (22/5/2014).

Tunggul menjelaskan, titik-titik baru yang sering digunakan untuk melakukan transaksi seksual antara lain hotel, tempat hiburan malam, rumah kos, dan permukiman warga. "Prostitusi terselubung kini banyak dilakukan oleh sebagian wanita pekerja seksual yang dulunya pernah menghuni tempat lokalisasi yang telah ditutup," kata dia.

Tunggul menjelaskan, walaupun hotspot yang muncul masih belasan, hal tersebut perlu menjadi kajian.

"Hal ini membuat lembaga kami yang konsentrasi pada isu HIV tidak bisa men-judge apakah ia wanita pekerja sosial atau bukan. Jika di tempat lokalisasi sudah jelas, kita bisa memantau bagaimana kesehatan reproduksi mereka. Apalagi model transaksi mereka banyak menggunakan media sosial yang akan sulit untuk dipantau," tambahnya.

Tunggul memperkirakan, jumlah hotspot tersebut akan terus bertambah jika pemerintah tidak memberikan solusi yang terbaik. Ia juga menilai, pelatihan kewirausahaan pascapenutupan tempat lokalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak efektif.

"Setelah pelatihan, tidak ada tindak lanjutnya. Bisa jadi mereka akan kembali lagi ke dunia mereka," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah menutup 10 kompleks pelacuran sejak 2013 lalu. Kompleks lokalisasi prostitusi terbesar di Banyuwangi serta nomor dua terbesar setelah Dolly di Surabaya, yakni di Padang Ulan, Kecamatan Singonjuruh, sudah ditutup secara resmi pada 30 April 2014 lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X