Kompas.com - 19/05/2014, 23:10 WIB
|
EditorFarid Assifa
UNGARAN, KOMPAS.com -- Sebuah peraturan daerah (perda) mengenai ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat yang telah disetujui dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (19/5/2014), menuai kontroversi.

Sebab, di dalam perda tersebut mengatur masalah limbah, tetapi tidak menjelaskan secara rinci definisi limbah yang dimaksud sehingga berpotensi membingungkan masyarakat.

"Perda ini nantinya mengatur banyak orang termasuk lembaga. Jadi dalam peraturan harus jelas definisi limbah itu apa saja supaya tidak membingungkan masyarakat. Sedangkan pada Pasal 14 ayat 5 definisi limbah tidak jelas," kata The Hok Hiong, Ketua Fraksi PDI-P, saat ditemui seusai rapat paripurna.

Ia mengaku khawatir adanya bias pada perda tersebut. Misalnya, orang buang air besar di sungai bisa dituduh melanggar perda akibat definisi soal limbah tidak jelas.

Di dalam perda itu disebutkan, setiap badan atau orang dilarang membuang limbah yang mengganggu lingkungan ke sungai, danau, atau bendungan. Bagi yang melanggar, kata The Hok, akan dikenakan hukuman kurungan paling lambat tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Ia mengaku khawatir adanya bias dalam perda tersebut. Orang buang air besar di sungai bisa dituduh melanggar perda akibat definisi soal limbah tidak jelas.

"Saat ini masih banyak masyarakat yang buang air besar di sungai, nanti disalahkan. Termasuk air bekas cucian dan air bekas mandi yang dialirkan ke selokan yang bermuara di sungai juga disalahkan, padahal kenyataannya demikian," ungkapnya.

Agar tidak menimbulkan beragam tafsir, The Hok meminta Pemkab perlu merevisi perda, terutama menyangkut definisi limbah secara jelas.

"Jangan sampai nantinya ada orang yang kena hukuman akibat tidak tahu mengenai masalah limbah. Kalau perda itu membingungkan kan repot, apalagi orang buang air besar di sungai dituduh membuang limbah orang," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin menjelaskan, limbah itu meliputi limbah padat dan cair. Limbah padat ada organik dan anorganik, sedangkan limbah cair ada limbah umum dan limbah khusus yang meliputi radioaktif dan medis.

"Sampah itu sudah termasuk limbah. Orang atau manusia siapa pun jangan membuang limbah, termasuk BAB di sungai atau membuang sampah dapur ke sungai. Jadi saya kira arti limbah sudah jelas. Tinggal disebutkan saja dalam perda yang termasuk limbah apa saja," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.