Kompas.com - 15/05/2014, 05:54 WIB
Suasana pembersihan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup sementara bagi pengunjung selama proses pembersihan. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO FERGANATA INDRA RIATMOKOSuasana pembersihan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup sementara bagi pengunjung selama proses pembersihan. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MAGELANG, KOMPAS.com -- Peringatan Trisuci Waisak 2558 BE/2014 yang dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dimanfaatkan oleh Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmabudhi) untuk berkampanye pelestarian Candi Borobudur, Rabu (14/5/2014).

Sebanyak 30 mahasiswa Buddhis bergabung dengan iringan umat Buddha yang mengarak air berkah dan api abadi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Mereka pun mengusung berbagai poster yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk peduli dengan cagar budaya dunia itu.

Para mahasiswa ini berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, Malang, Mataram, Wonogiri, dan Boyolali. Menurut Sartikadi, Sekjen Presidium Pusat Himabudhi, tujuan aksi bertajuk "Saya Peduli Kelestarian Borobudur" adalah mengajak masyarakat mencintai Candi Borobudur.

Cara mencintai itu pun bisa dimulai dari hal sederhana, kata Sartikadi, seperti tidak memanjat dinding, mencorat-coret maupun menyentuh arca/stupa. "Kami ingin mengajak masyarakat, tidak hanya umat Buddha, untuk peduli dengan kelestarian peninggalan nenek moyang kita," kata Sartikadi di sela aksi.

Hikmabudhi juga ingin meluruskan paradigma masyarakat tentang mitos menyentuh arca atau stupa candi. Logikanya, menyentuh arca atau stupa maupun menginjak dinding atau lantai batu andesit dapat merusak batuan itu. "Candi ini sejatinya adalah milik bersama jadi mulai dari kebersihan sampai kelestariannya merupakan tanggung jawab kita bersama," imbuh Sartikadi. Dia pun mengatakan ada penurunan tinggi candi yang terjadi tiap tahun.

Koordinator Aksi, Witono menambahkan, kampanye peduli kelestarian candi peninggalan raja pada abad VIII itu sudah dilakukan sejak Rabu pagi. Aksi digelar antara lain dengan pemasangan spanduk, pembagian brosur, stiker, dan parade poster.

"Besok, Kamis (15/5/2014), kami bergabung dengan Balai Konservasi Borobudur akan kerja bakti membersihkan pelataran candi," kata Witono, mahasiswa dari Jepara, Jawa Tengah, itu. "Biasanya, usai prosesi Waisak akan menyisakan banyak sampah," keluh dia.

Menurut Witono, prosesi Waisak merupakan momen penting untuk menggugah masyarakat. Pada momen ini, kata dia, puluhan ribu masyarakat berkonsentrasi ke cagara budaya dunia tersebut. Hikmabudhi berharap, dengan memanfaatkan momen ini akan tumbuh pula kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian dan mencintai Candi Borobudur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.