Kompas.com - 12/05/2014, 17:21 WIB
Buruh pabrik kertas aksi dorong dengan polisi. KOMPAS.com/Achmad FaizalBuruh pabrik kertas aksi dorong dengan polisi.
|
EditorGlori K. Wadrianto

SURABAYA, KOMPAS.com - Aksi ribuan buruh pabrik kertas PT Surabaya Agung Industri & Pulp (PT. SAIP) Tbk, di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/5/2014) ricuh.

Buruh memaksa masuk ke halaman kantor PN Surabaya setelah mendengar kabar PN Surabaya memenangkan penggugat.

Massa buruh di bagian depan pintu gerbang sempat berupaya beberapa kali mendorong pintu untuk memaksa masuk. Beruntung, aksi dorong mendorong itu berhasil ditahan oleh puluhan polisi satuan Sabhara dari Polrestabes Surabaya.

Massa berhasil ditenangkan oleh salah satu perwakilan buruh yang mengaku sedang berunding dengan pihak PN Surabaya di dalam gedung.

Dalam sidang putusan perdata tersebut, Majelis hakim PN Surabaya memenangkan gugatan pihak kurator, Jandri Onasis Siadari, atas PT SAIP Tbk, sekaligus kepada Polda Jatim, dan Kejati Jatim.

Ketua Majelis Hakim, Ainur Rofik menyatakan, PT SAIP diharuskan membayar ganti kerugian sebesar Rp 500 juta kepada kurator Jandri. Hakim juga menyatakan, tindakan tergugat terbukti melawan hukum UU Kepailitan, karena memidanakan Jandri.

Sementara itu, Darwati, jaksa dari Kejati Jatim, mengaku kecewa dengan putusan hakim. Pihaknya mengaku akan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). "Ada beberapa fakta yang kami sampaikan tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. Kami akan kasasi," katanya usai sidang.

Sebelumnya, Kurator Jandri Onasis Siadari menggugat balik PT SAIP, Polda Jatim, dan Kejati Jatim yang memidanakannya atas dugaan pemalsuan dokumen piutang.

Dia menilai langkah ketiga pihak tersebut menyalahi hukum UU Kepailitan. Jandri dilaporkan dengan Nomor Laporan Polisi bernomor LPB/403/IV/2013/UM/Jatim tertanggal 23 April tahun 2013.

Dia dituduh memalsukan dokumen piutang yang menyebabkan sebuah perusahaan kertas di Surabaya dinyatakan pailit. Jandri masuk dalam perkara utang piutang ini setelah ditunjuk oleh Pengadilan Niaga Surabaya untuk menjadi salah satu pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.